Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 18.45 WIB

Bahaya Perbandingan Sosial di Media Sosial: Dampaknya terhadap Kesehatan Mental dan Harga Diri Anda

Ilustrasi sosial media (pressfoto/Freepik) - Image

Ilustrasi sosial media (pressfoto/Freepik)

JawaPos.com - Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. 

Anda mungkin membuka Instagram, Twitter, atau TikTok hanya untuk sekadar melihat aktivitas teman, tetapi tanpa disadari Anda mulai membandingkan hidup sendiri dengan orang lain. 

Hal ini bisa menimbulkan tekanan psikologis, terutama ketika yang Anda lihat adalah pencapaian atau kebahagiaan orang lain yang tampak sempurna.

Perbandingan sosial adalah hal yang wajar sebagai bagian dari proses membentuk identitas dan posisi diri dalam masyarakat. 

Namun, ketika dilakukan berlebihan di media sosial, perbandingan ini bisa berubah menjadi bumerang bagi kesehatan mental Anda. 

Bukan hanya membuat Anda merasa rendah diri, tetapi juga dapat memicu gangguan psikologis lain seperti kecemasan, depresi, hingga citra tubuh yang buruk.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana perbandingan sosial bekerja di media sosial, siapa yang paling terdampak, serta langkah-langkah konkret yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus digital. 

Waspadai dampaknya, dan pelajari bagaimana mengatasinya secara bijak yang dihimpun dari The Jed Foundation pada Senin (28/07).

1. Mengapa Perbandingan Sosial di Media Sosial Begitu Merusak?

Perbandingan sosial sering kali terjadi secara tidak sadar. 

Saat Anda melihat unggahan seseorang tentang pencapaian, liburan, atau penampilan fisik yang ideal, otak secara otomatis menilai kehidupan Anda sendiri. 

Masalahnya, media sosial hanya menampilkan sisi terbaik seseorang, bukan kehidupan mereka secara utuh. 

Hal ini menimbulkan ekspektasi tidak realistis yang membuat Anda merasa tidak cukup baik.

Dampaknya bisa sangat serius. Banyak orang mengalami depresi, rasa cemas, bahkan gangguan makan karena terus-menerus merasa tidak mampu mengejar standar yang mereka lihat di media sosial. 

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga memperburuk keadaan. Anda mulai merasa tertinggal dari dunia, padahal yang Anda bandingkan adalah sesuatu yang belum tentu nyata.

Dalam jangka panjang, perbandingan sosial bisa menghancurkan rasa percaya diri dan memicu kebiasaan negatif demi mengejar pengakuan. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore