
Ilustrasi sosial media (pressfoto/Freepik)
JawaPos.com - Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Anda mungkin membuka Instagram, Twitter, atau TikTok hanya untuk sekadar melihat aktivitas teman, tetapi tanpa disadari Anda mulai membandingkan hidup sendiri dengan orang lain.
Hal ini bisa menimbulkan tekanan psikologis, terutama ketika yang Anda lihat adalah pencapaian atau kebahagiaan orang lain yang tampak sempurna.
Perbandingan sosial adalah hal yang wajar sebagai bagian dari proses membentuk identitas dan posisi diri dalam masyarakat.
Namun, ketika dilakukan berlebihan di media sosial, perbandingan ini bisa berubah menjadi bumerang bagi kesehatan mental Anda.
Bukan hanya membuat Anda merasa rendah diri, tetapi juga dapat memicu gangguan psikologis lain seperti kecemasan, depresi, hingga citra tubuh yang buruk.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana perbandingan sosial bekerja di media sosial, siapa yang paling terdampak, serta langkah-langkah konkret yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus digital.
Waspadai dampaknya, dan pelajari bagaimana mengatasinya secara bijak yang dihimpun dari The Jed Foundation pada Senin (28/07).
Perbandingan sosial sering kali terjadi secara tidak sadar.
Saat Anda melihat unggahan seseorang tentang pencapaian, liburan, atau penampilan fisik yang ideal, otak secara otomatis menilai kehidupan Anda sendiri.
Masalahnya, media sosial hanya menampilkan sisi terbaik seseorang, bukan kehidupan mereka secara utuh.
Hal ini menimbulkan ekspektasi tidak realistis yang membuat Anda merasa tidak cukup baik.
Dampaknya bisa sangat serius. Banyak orang mengalami depresi, rasa cemas, bahkan gangguan makan karena terus-menerus merasa tidak mampu mengejar standar yang mereka lihat di media sosial.
Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga memperburuk keadaan. Anda mulai merasa tertinggal dari dunia, padahal yang Anda bandingkan adalah sesuatu yang belum tentu nyata.
Dalam jangka panjang, perbandingan sosial bisa menghancurkan rasa percaya diri dan memicu kebiasaan negatif demi mengejar pengakuan.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
