Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 16.43 WIB

Bikin Kakek Bingung! Ini 7 Perbedaan Mencolok Generasi Z dan Generasi Sebelumnya

Ilustrasi seorang kakek tampak bingung melihat cucunya yang asyik dengan ponsel. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang kakek tampak bingung melihat cucunya yang asyik dengan ponsel. (Freepik)

JawaPos.com - Perbedaan antargenerasi adalah hal yang tak terelakkan, namun kesenjangan antara Generasi Z dan generasi sebelumnya tampak semakin nyata.

Seorang kakek berusia 60-an membagikan pengalamannya tentang berbagai hal yang membuatnya terkejut dan sulit dimengerti dari generasi cucunya.

Fenomena ini menarik untuk dipahami, terutama bagi kita yang ingin mengenali dinamika hubungan antargenerasi. Berikut tujuh poin utama yang menjadi perhatiannya, dilansir dari geediting.com pada Senin (24/3).

1. Media Sosial yang Merajalela

Generasi Z seolah tidak bisa lepas dari media sosial dalam keseharian mereka. Mereka terus-menerus memeriksa ponsel, mengunggah foto, dan berinteraksi di berbagai platform. Bagi generasi sebelumnya, seperti seorang kakek berusia 60-an, kebiasaan tersebut terasa membingungkan. Ia heran mengapa ada kebutuhan untuk selalu terhubung secara daring dan membagikan setiap momen kehidupan. Baginya, interaksi tatap muka dan percakapan langsung jauh lebih bermakna.

2. Bahasa dan Akronim yang Unik

Generasi Z sering menggunakan bahasa gaul, singkatan, dan akronim yang sama sekali asing bagi generasi yang lebih tua. Istilah-istilah seperti "slay", "FOMO", atau "IYKYK" membuatnya merasa seperti sedang mendengarkan bahasa asing. Kakek ini kesulitan mengikuti percakapan dan merasa tertinggal. Komunikasi langsung dan formal baginya terasa lebih jelas.

3. Obsesi pada Influencer dan Tren

Generasi Z sangat terpengaruh oleh tokoh-tokoh media sosial atau influencer dan selalu mengikuti tren terbaru. Mulai dari gaya pakaian, makanan, hingga gaya hidup, semua tampak dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat secara daring. Pria ini mempertanyakan orisinalitas dan individualitas generasi sekarang. Baginya, mengikuti kata hati lebih penting dari sekadar ikut-ikutan.

4. Pesan Teks yang Singkat dan Cepat

Komunikasi melalui pesan teks bagi Generasi Z cenderung sangat singkat dan terkesan terburu-buru. Mereka jarang menulis kalimat lengkap dan lebih memilih singkatan atau emoji. Kakek ini merasa bahwa nuansa dan emosi seringkali hilang dalam komunikasi yang ringkas ini. Ia lebih menghargai surat tulisan tangan atau panggilan telepon yang lebih personal.

5. Peralihan Musik yang Drastis

Selera musik cucu-cucunya yang berasal dari Generasi Z sangat berbeda dengan musik yang ia nikmati di masa mudanya. Genre musik baru dengan lirik dan aransemen yang baginya kurang familiar mendominasi daftar putar mereka. Ia merasa kehilangan dan tidak mengerti daya tarik musik generasi sekarang. Baginya, musik dulu memiliki melodi dan lirik yang lebih bermakna.

6. Budaya "Cancel Culture" yang Kontroversial

Fenomena "cancel culture" atau budaya pembatalan yang marak di kalangan generasi muda juga menjadi perhatiannya. Ketika seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap salah, mereka bisa dengan cepat dikucilkan dan kehilangan dukungan secara daring. Kakek ini merasa bahwa terkadang tidak ada ruang untuk kesalahan atau kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Ia lebih percaya pada kesempatan kedua dan dialog yang membangun.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore