Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 05.13 WIB

8 Kebiasaan Sehari-hari Orang yang Jarang Merasa Cemas dalam Hidup Menurut Psikologi

Ilustrasi delapan kebiasaan sehari-hari dari orang yang jarang merasa cemas dalam hidup. - Image

Ilustrasi delapan kebiasaan sehari-hari dari orang yang jarang merasa cemas dalam hidup.

JawaPos.com - Kecemasan dapat terasa seperti bagian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Kita terus menerus diberitahu bahwa stres menjadi bagian dalam hidup, berpikir berlebihan tidak dapat dihindari dan beberapa orang secara alami lebih khawatir dibandingkan yang lain.

Namun, secara mengejutkan ada beberapa orang langka yang tampaknya hampir kebal terhadap hal itu. Apapun yang terjadi dalam hidup, mereka selalu mampu menghadapinya dengan percaya diri, tenang, dan siap.

Ternyata, ini bukanlah soal keberuntungan untuk hidup yang lebih mudah. Menurut psikologi, orang yang jarang merasa cemas cenderung mengikuti beberapa kebiasaan harian yang membuat pikiran mereka tetap jernih dan emosi tetap stabil.

Dilansir dari Blog Herald, inilah delapan kebiasaan sehari-hari dari orang yang jarang merasa cemas dalam hidup.

1. Tidak memulai hari dengan hal-hal yang negatif

Cara kamu memulai pagi memiliki dampak besar pada bagaimana sisa harimu berjalan. Orang yang jarang merasa cemas tidak akan langsung stres saat bangun tidur.

Mereka tidak akan mengecek ponsel untuk mencari berita buruk, email yang tidak terjawab, atau drama media sosial begitu mereka membuka mata. Mereka tidak membiarkan pikiran pertamanya adalah tentang segala hal yang mungkin salah.

Sebaliknya, mereka memulai hari dengan penuh niat. Mungkin dengan menarik napas dalam-dalam, menikmati secangkir kopi, atau sekadar melakukan peregangan sebelum memulai tugas.

Ini bukan tentang berpura-pura tidak ada masalah, ini tentang tidak membiarkan masalah menentukan suasana hati sepanjang hari bahkan sebelum hari itu dimulai.

2. Menciptakan ruang antara diri dan pikirannya

Beberapa orang memercayai setiap pikiran cemas yang muncul di kepalanya. Jika mereka tiba-tiba khawatir tentang masa depan, hubungan, atau apakah mereka telah mengatakan sesuatu yang memalukan dalam sebuah percakapan, mereka menganggapnya sebagai kebenaran mutlak.

Namun, orang yang jarang merasa cemas tidak melakukan hal ini. Mereka tidak serta-merta memercayai setiap pikiran begitu saja. Sebaliknya, mereka menciptakan ruang antara diri mereka dan ocehan pikiran mereka.

Ini tidak berarti mereka mengabaikan pikiran mereka, melainkan mereka mengamatinya tanpa benar-benar terlibat.

Baik melalui penulisan jurnal, meditasi, atau sekadar berhenti sejenak dan bertanya, "Apakah pikiran ini benar?" mereka menghentikan kecemasan agar tidak menguasai diri bahkan sebelum kecemasan itu dimulai.

3. Fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore