Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 19.58 WIB

7 Perilaku Orang Berkepribadian Self-Centered dan Terlalu Mementingkan Diri Sendiri, Kata Psikologi

7 Perilaku Orang Berkepribadian Self-Centered - Image

7 Perilaku Orang Berkepribadian Self-Centered

JawaPos.com - Orang yang terlalu mementingkan diri sendiri sering kali tidak sadar bahwa perilaku mereka bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai. Ini bukan selalu soal keegoisan, tapi lebih ke kebiasaan atau pola pikir yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Menurut psikologi, beberapa dari mereka melakukan ini sebagai mekanisme pertahanan, sementara yang lain sekadar tidak peka terhadap orang lain. Masalahnya, perilaku ini bisa membuat hubungan terasa berat sebelah.

Jika kamu sering merasa seseorang di sekitarmu lebih banyak menerima daripada memberi, mungkin mereka termasuk orang dengan kepribadian self-centered. Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (20/2) berikut adalah beberapa tanda khasnya.

1. Mereka Selalu Membawa Pembicaraan Kembali ke Diri Mereka Sendiri

Pernahkah kamu berbagi cerita dengan seseorang, lalu mereka langsung menimpali dengan pengalaman mereka sendiri, seolah-olah mereka hanya menunggu giliran bicara? Misalnya, kamu bercerita tentang perjalananmu ke luar negeri, tapi mereka malah menyela dengan, “Oh iya, aku juga pernah ke sana, tapi tempat yang aku kunjungi lebih bagus!”

Orang yang terlalu mementingkan diri sendiri mungkin mengira ini adalah cara menunjukkan empati, padahal justru membuat lawan bicara merasa tidak didengarkan. Alih-alih berfokus pada cerita orang lain, mereka lebih sibuk memastikan bahwa pengalaman mereka tetap menjadi pusat perhatian.

2. Mereka Jarang Mengajukan Pertanyaan Lanjutan

Salah satu tanda klasik dari orang dengan kepribadian self-centered adalah minimnya rasa ingin tahu terhadap orang lain. Mereka mungkin mendengarkan cerita atau curhatanmu, tapi hanya sebatas itu, tanpa ada pertanyaan lanjutan atau upaya untuk memahami lebih dalam.

Dalam psikologi, mendengarkan secara aktif adalah bagian penting dari komunikasi yang sehat. Tapi bagi mereka yang egois, percakapan sering kali hanya menjadi ajang pamer atau membahas diri sendiri. Hasilnya, lawan bicara mereka bisa merasa tidak terlihat atau diabaikan.

3. Mereka Mendominasi Percakapan Tanpa Menyadarinya

Beberapa orang begitu asyik bicara hingga lupa memberikan ruang bagi orang lain untuk berbicara. Mereka mungkin menyela, berbicara panjang lebar, atau bahkan tidak sadar bahwa orang lain sudah kehilangan minat.

Penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa manusia cenderung melebih-lebihkan ketertarikan orang lain terhadap cerita mereka. Ini berarti seseorang yang terlalu banyak bicara bisa saja mengira dirinya menarik, padahal sebenarnya mereka sedang mendominasi percakapan secara tidak sadar.

4. Mereka Kesulitan Merayakan Keberhasilan Orang Lain

Orang yang terlalu mementingkan diri sendiri sering kali sulit merasa senang atas keberhasilan orang lain. Ketika seseorang berbagi kabar baik, alih-alih memberikan dukungan, mereka malah meremehkan pencapaian tersebut atau membandingkannya dengan situasi mereka sendiri.

Misalnya, jika kamu menceritakan tentang kenaikan gaji, mereka mungkin menimpali dengan, “Wah, pasti enak ya. Aku sih udah kerja mati-matian, tapi masih belum naik gaji.” Bukannya ikut merayakan, mereka malah menarik perhatian kembali ke diri sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore