Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 00.03 WIB

Pasangan yang Oversharing di Media Sosial Kerap Mengalami Hal Ini di Dunia Nyata: Apa Saja?

Ilustrasi oversharing di media sosial. (Pexels.com/VanessaGracia) - Image

Ilustrasi oversharing di media sosial. (Pexels.com/VanessaGracia)

JawaPos.com–Melihat pasangan yang harmonis dan selalu mesra di media sosial sering kali membuat pasangan lain iri dan tak jarang mereka menobatkannya dengan sebutan relationship goals.

Namun kenyataannya, kehidupan media sosial hanya menampilkan sepersekian detik kehidupan pasangan. Terkadang mereka yang oversharing mengenai kemesraannya, nyatanya tidak seindah itu.

Dilansir dari laman News Reports pada Kamis (20/2). menurut penelitian, pasangan yang oversharing di media sosial kerap mengalami hal ini di dunia nyata.

  1. Rasa tidak aman

Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang menyiarkan hubungan mereka secara online, semakin merasa tidak aman. Penelitian juga telah menemukan bahwa pasangan yang sering memposting tentang hubungannya hanya untuk mencari validasi.

Tapi inilah kenyataanya, terus-menerus mencari validasi secara online sebenarnya dapat memperburuk rasa tidak aman. Alih-alih memperkuat hubungan, ini mengalihkan fokus ke persetujuan eksternal mengenai suka, komentar, dan reaksi daripada koneksi nyata.

  1. Hubungan menjadi lebih kuat ketika berhenti mem-posting

Tanpa tekanan untuk menjaga penampilan, kami lebih fokus satu sama lain dan kurang pada hal yang dipikirkan orang lain. Itu mengajari bahwa hubungan yang solid tidak membutuhkan audiens, tapi hanya membutuhkan dua orang yang sepenuhnya hadir untuk satu sama lain.

  1. Berbagi yang berlebihan dapat memperburuk konflik

Sangat mudah untuk berasumsi bahwa berbagi setiap detail hubungan di media sosial membuat pasangan lebih dekat. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal itu sebenarnya dapat melakukan yang sebaliknya, terutama ketika konflik muncul.

Penelitian telah menemukan bahwa pasangan yang sering memposting tentang hubungan mereka lebih cenderung melampiaskan frustrasi secara online daripada menangani masalah secara pribadi. Hal ini dapat menciptakan siklus di mana ketidaksepakatan kecil menjadi drama publik, yang menyebabkan lebih banyak ketegangan dan kebencian.

  1. Keintiman yang nyata terjadi secara offline

Ada perbedaan besar antara berbagi momen dan benar-benar mengalaminya, pasangan yang terlalu fokus untuk mendokumentasikan hubungan mereka untuk media sosial sering melewatkan sesuatu yang lebih dalam.

Penelitian telah menemukan bahwa terus-menerus mengambil foto dan memikirkan cara menyajikan momen secara online dapat membuat orang merasa kurang terhubung dengan pengalaman yang sebenarnya. Alih-alih hadir dengan pasangan, mereka fokus untuk menangkap bidikan sempurna atau membuat teks yang ideal.

  1. Cinta bukanlah sesuatu yang harus dibuktikan kepada publik

Cinta tidak diukur dalam postingan, keterangan, atau pernyataan publik. Itu ada di saat-saat tenang seperti saling memandang, berkata lelucon ringan, dan hal kecil lainnya.

Ketika sebuah hubungan kuat, itu tidak membutuhkan validasi terus-menerus dari dunia luar. Beberapa kisah cinta yang paling indah terungkap jauh dari sorotan, di saat-saat yang hanya dimiliki oleh dua orang yang membaginya.

  1. Momen bahagia yang lupa mem-posting

Beberapa momen terbaik dalam hidup tidak datang dengan foto yang sempurna. Mereka tidak direncanakan, tidak berpose, tidak disaring untuk dilihat dunia.

Tertawanya sangat keras sehingga kamu tidak bisa menarik napas, percakapan larut malam yang berlangsung hingga matahari terbit, itulah keharmonisan alami tanpa dipoles apapun.

  1. Privasi membawa kedamaian

Ada sesuatu yang kuat tentang menyimpan hal-hal tertentu hanya untuk diri sendiri. Di dunia yang mendorong berbagi segalanya, memilih privasi dapat terasa seperti tindakan kekuatan yang tenang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore