Ilustrasi orang sedang kelelahan / Freepik
JawaPos.com - Di era modern ini, banyak orang merasa lebih lelah dari sebelumnya. Tren mengundurkan diri dari pekerjaan seperti Quiet Quitting, Bare Minimum Mondays, dan The Great Resignation menunjukkan bahwa kelelahan tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental dan emosional.
Fenomena ini disebut sebagai The Great Exhaustion, di mana banyak orang mulai mempertanyakan hubungan mereka dengan pekerjaan dan mencari cara untuk mengurangi kelelahan yang terus-menerus menghantui kehidupan mereka.
Kita sering kali melihat tanda-tanda kelelahan ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, memesan makanan karena tidak memiliki energi untuk memasak, memilih bekerja dari rumah untuk menghindari perjalanan panjang, hingga mengurangi interaksi sosial karena sulitnya mengatur jadwal.
Bahkan aktivitas sederhana seperti berbelanja ke supermarket atau berolahraga pun mulai terasa berat.
Lalu, mengapa tingkat kelelahan ini semakin meningkat? Melansir Time, Jumat (7/2), ada tiga faktor utama yang sering kali diabaikan, yaitu:
Gaya Hidup
Peneliti Dan Buettner mengkaji "blue zones", yaitu daerah di dunia di mana orang hidup lebih lama dan lebih sehat.
Ia menemukan bahwa mereka menjalani hidup dengan cara yang memprioritaskan kebutuhan manusia, seperti makan makanan alami, menjaga hubungan sosial yang erat, rutin bergerak, dan bekerja dengan tujuan yang lebih bermakna daripada sekadar mengejar produktivitas.
Sayangnya, di luar blue zones, kebanyakan orang menjalani gaya hidup yang berlawanan. Kita sering mengonsumsi makanan olahan, harus menjadwalkan waktu untuk berolahraga dan bersosialisasi, serta menempatkan pekerjaan sebagai prioritas utama dalam hidup.
Akibatnya, kita lebih banyak bertahan dalam rutinitas yang melelahkan daripada benar-benar memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia.
Stres di Luar Kendali

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
