ilustrasi orang dengan imposter syndrome / Freepik
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa tidak pantas atas pencapaian yang telah diraih, seolah-olah suatu saat pasti akan ada orang lain yang akan menyadari bahwa Anda sebenarnya tidak cukup kompeten? Jika iya, Anda tidak sendirian.
Fenomena ini dikenal sebagai Imposter Syndrome, sebuah kondisi psikologis di mana seseorang merasa dirinya tidak cukup baik, meskipun ada bukti nyata atas kemampuan dan kesuksesannya.
Perasaan ini sering kali menghantui banyak orang, dari mahasiswa hingga profesional berpengalaman, membuat mereka meragukan diri sendiri dan terus merasa kurang layak.
Fenomena Imposter Syndrome bukan sekadar perasaan minder biasa, tetapi bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan perkembangan karier seseorang.
Ironisnya, orang-orang dengan Imposter Syndrome sering kali adalah mereka yang berbakat dan kompeten, tetapi terus merasa pencapaian mereka hanyalah kebetulan belaka.
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami Imposter Syndrome terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya? Mari mengenal Imposter Syndrome lebih lanjut, dikutip dari Very Well Mind, Jumat (7/2).
Mengapa Impostor Syndrome Bisa Terjadi?
Imposter Syndrome bisa terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adalah perasaan tidak layak. Meskipun seseorang sudah mencapai banyak hal, mereka tetap merasa seolah-olah tidak pantas menerima pujian atau sukses yang diraih.
Mereka cenderung meremehkan pencapaian sendiri dan menganggap bahwa apa yang mereka lakukan belum cukup baik. Akibatnya, kepercayaan diri menurun dan mereka terus merasa kurang layak dibandingkan orang lain.
Selain itu, banyak orang dengan Imposter Syndrome berpikir bahwa keberhasilan mereka bukan berasal dari usaha atau kemampuan, melainkan hanya karena keberuntungan.
Mereka merasa bahwa pencapaian yang didapat bukan hasil dari kerja keras, tetapi kebetulan semata.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
