Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 04.49 WIB

Jangan Cepat Terbawa Emosi, Inilah 5 Cara Sederhana agar Tetap Tenang Menghadapi Orang Toxic

Ilustrasi sedang berhadapan dengan orang toxic. - Image

Ilustrasi sedang berhadapan dengan orang toxic.

JawaPos.com - Orang toxic atau beracun sering kali kita temukan pada kehidupan sehari-hari, baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga. Kehadiran mereka selalu menguji kesabaran kita.

Mengutip dari laman Klik Dokter pada Rabu (05/02) perilaku orang toxic dapat menyebabkan hidupmu jadi tidak tenang. Perilaku ini ditandai dengan seseorang yang bersikap manipulatif, egois, atau selalu berusaha mengendalikan orang lain.

Berhadapan dengan orang toxic sangatlah menguras tenaga dan mudah terbawa emosi, hingga pada akhirnya menjadi bumerang bagi diri sendiri. Dilansir dari laman Blog Herald pada Rabu (05/02) inilah 5 cara sederhana agar tetap tenang menghadapi orang toxic :

1. Kenali pemicunya

Seperti yang pernah dikatakan Daniel Goleman, seorang ahli kecerdasan emosional, "Jika kamu tidak memperhatikan emosi sendiri, maka akan kesulitan membacanya pada orang lain."

Dengan menangkap momen ketegangan yang sekilas atau gerakan memutar mata batin sebelum meledak menjadi reaksi yang hebat, kamu telah menjinakkan bom waktu emosional.

Terkadang, pemicu tersebut berakar pada pengalaman masa lalu, rasa tidak aman, atau ketakutan kita sendiri. Di lain waktu, pemicu tersebut berasal dari rasa frustrasi, terutama jika kamu telah mengomunikasikan perasaan sebelumnya dan merasa tidak didengarkan.

Apapun sumbernya, mengidentifikasi hal tersebut akan membawa kamu perubahan dalam menanggapi orang toxic dengan lebih tenang.

2. Tetapkan batasan

Menetapkan batasan akan menyelamatkan seseorang dari stres serta mampu mengendalikan kondisi yang kurang menyenangkan. Sehingga kita tidak mudah dipengaruhi oleh orang toxic dalam akal buruk mereka.

Biarkan kamu memerhatikan dan merenungkannya, tapi tetap memakai jalan dan perspektif pribadi untuk melakukannya.

3. Berlatih pernapasan yang penuh kesadaran

Pernapasan yang penuh kesadaran mengalihkan fokus dari kekacauan eksternal ke kondisi internal. Jika seseorang melontarkan hinaan, pernapasan yang lambat dan disengaja ini membantu kamu menyadari: "Oke, jantungku berdebar kencang," atau "Aku merasa bahuku menegang."

Mengamati sensasi-sensasi ini memberikan kamu kesempatan untuk melawannya dengan menghirup dan mengembuskan napas dengan tenang. Ini bukan tentang mengabaikan apa yang terjadi, melainkan tentang mencegah tubuh menekan tombol panik tanda bahaya.

Selain latihan pernapasan, beberapa orang menemukan latihan grounding seperti menyebutkan lima hal yang dapat dilihat atau didengar, atau menggunakan visualisasi cepat seperti membayangkan pantai yang tenang atau hutan yang sunyi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore