
Ilustrasi gerakan bahu. (Freepik)
JawaPos.com–Hanya dengan melihat mimik wajah, kondisi emosional seseorang dapat terdeteksi. Namun ekspresi pada muka bukan satu-satunya cara untuk mengetahui isi hati dan pikiran, melainkan bisa juga melalui gerakan bahu.
Ya, terkadang seseorang memang tak berbicara lewat lisan dan bahkan berusaha menyembuhkan apa yang ada dalam pikiran. Sayangnya bahasa tubuh, termasuk juga gerak bahu, terkadang tidak dapat dibohongi.
Joe Navarro seorang penulis buku What Every Body is Saying, sekaligus pakar komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh menjelaskan, bahu dapat mengungkap daya tarik, isi hati, maupun pikiran, hingga tanda rasa kurang percaya diri. Simak penjelasannya.
Seseorang mungkin akan berbicara untuk menutupi sesuatu, entah berbohong atau tidak percaya diri mengenai apa yang diucapkan. Tapi, gerakan bahu justru memberi tahu sebaliknya, yakni tentang kebenaran.
Saat berbicara dan tidak yakin atas ucapan sendiri, terlihat kedua bahu atau mungkin sala satu akan terangkat sedikit secara perlahan.
Selain menunjukan perasaan kurang percaya diri, gerakan bahu juga digunakan ketika hendak menunjukan daya tarik yang menggoda. Laman Psychology Today memberi contoh perempuan Italia yang menggoyangkan bahu terbuka mereka demi menarik perhatian, maupun menyampaikan ketertarikan seksual.
Seorang psikiater forensik asal Washington DC yang tak disebutkan namanya membeberkan sebuah fakta bahwa bahu para pasien seakan berbicara untuk menjelaskan kondisi. Bahkan saat mereka belum menceritakan masalahnya sekalipun, sang psikiater sudah tahu bahwa ada indikasi mengalami depresi. Tanda ini terlihat dari bahu yang terkulai dan berat.
Bahu terlihat turun seperti enggan melawan gravitasi. Para pasien depresi ini tampak terbebani oleh penyakit mental yang mereka alami.
Apa yang keluar dari mulut mengatakan semuanya baik-baik saja, tapi bahu menjelaskan sebaliknya. Seorang dokter bisa langsung tahu bahwa ada sesuatu yang salah pada pasien saat jawaban mereka diiringi dengan mengangkat sedikit bahu.
Misalnya saja, saat diberi pertanyaan seputar apakah pasien sudah minum obat sesuai petunjuk. Apabila terdapat ciri tubuh tersebut, ini waktu yang tepat untuk dokter mengulik kembali hingga menentukan apa masalahnya.
Buku Louder Than Words menyebutkan bahwa tubuh mengungkap apa yang disembunyikan pikiran. Untuk itu, selain mempercayai ucapan, mulailah peka terhadap bahasa tubuh termasuk juga gerakan bahu.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
