Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 02.43 WIB

Orang yang Terlihat Percaya Diri dan Menawan Tapi Sebenarnya Merasa Hancur di Dalam Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Berikut

Ilustrasi orang yang terlihat percaya diri dan menawan tapi sebenarnya hancur di dalam (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang terlihat percaya diri dan menawan tapi sebenarnya hancur di dalam (freepik)

JawaPos.com - Menjelajahi dunia dengan senyuman, jabat tangan yang erat, dan berbagai tanggapan cerdas bisa menjadi tugas yang berat. Terutama ketika, di balik penampilan luar yang menawan itu, Anda menanggung beban kesedihan yang terasa seperti menghancurkan Anda dari dalam ke luar.

Tidak selalu tentang momen tragis besar atau kegagalan monumental. Kadang-kadang itu hanya perasaan tidak nyaman yang terpendam, perasaan mengganggu bahwa meskipun Anda telah berupaya sebaik mungkin untuk tampak bahagia dan percaya diri, Anda tidak merasakannya.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Minggu (19/1), berikut ini adalah tujuh perilaku yang umumnya ditunjukkan oleh orang-orang yang terlihat percaya diri dan menawan tetapi sebenarnya sedang berjuang melawan kesedihan di dalam diri mereka.

1. Mereka selalu aktif

Tidak ada seorang pun yang bisa selalu aktif. Hal ini melelahkan, menguras tenaga, dan tidak berkelanjutan. Energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan persona ini sering kali dapat menimbulkan perasaan hampa dan kelelahan saat mereka sendirian.

Jadi, jika Anda melihat seseorang selalu aktif, selalu siap dengan senyum atau candaan apa pun situasinya, hal itu mungkin bukan karena mereka memang orang yang bersemangat. Bisa jadi itu hanya kedok, topeng yang mereka pakai untuk menyembunyikan kekacauan batin mereka.

2. Mereka adalah ahli dalam pengalihan

Anda tahu teman yang sepertinya selalu punya lelucon atau anekdot sempurna yang siap dilontarkan setiap kali percakapan mulai serius? Seringkali yang mereka lakukan adalah pengalihkan perhatian dan perasaan. Mereka mengubah percakapan apa pun tentang perjuangan menjadi bahan tertawaan.

Namun, hal itu dilakukan bukan karena saya orang yang lucu atau cerdas. Itu karena mereka takut orang lain melihat dirinya yang sebenarnya, yang tidak selalu kuat, percaya diri, atau menawan. Hal ini sering kali menjadi taktik bertahan hidup bagi mereka yang merasa hancur di dalam tetapi ingin mempertahankan penampilan luar yang percaya diri.

3. Mereka terlalu perfeksionis

Perfeksionisme mungkin tampak seperti suatu kebajikan, terutama di dunia yang menghargai kesuksesan dan prestasi di atas segalanya. Namun, bagi mereka yang merasa hancur di dalam hati, hal ini sering kali dapat menjadi cara untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya, untuk menutupi pergumulan batin mereka dengan kepercayaan diri dan pesona yang sempurna.

4. Kalender sosial mereka selalu penuh

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Jurnal Kepribadian dan Psikologi Sosial menemukan bahwa orang yang lebih aktif secara sosial mungkin lebih baik dalam menyembunyikan emosi negatif mereka. Menjadi sibuk dan aktif secara sosial sering kali dapat menjadi cara bagi mereka yang merasa tertekan untuk mengalihkan perhatian dari pikiran dan perasaan mereka sendiri.

5. Mereka jarang meminta bantuan

Setiap orang terkadang butuh bantuan. Namun, mereka yang merasa hancur di dalam hati sering kali merasa sulit untuk mengakuinya, bahkan kepada diri mereka sendiri. Mereka terus berpura-pura tegar, bertindak seolah semuanya baik-baik saja, bahkan ketika dunia mereka sedang hancur.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore