Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Januari 2025 | 20.36 WIB

Menurut Psikologi, 8 Bahasa Tubuh Ini Hanya Dilakukan oleh Orang dengan Tingkat Kecerdasan Rendah, Apa Saja?

Ilustrasi, seseorang dengan tingkat kecerdasan rendah. (Freepik/ 8photo) - Image

Ilustrasi, seseorang dengan tingkat kecerdasan rendah. (Freepik/ 8photo)

JawaPos.com - Bahasa tubuh tidak hanya memberikan gambaran kepribadian seseorang, tetapi juga petunjuk tentang tingkat kecerdasan seseorang. 
 
Seseorang dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah tanpa sadar cenderung melakukan delapan bahasa tubuh ini selama percakapan atau diskusi.
 
Lebih lanjut, dilansir JawaPos.com dari PersonalBrandingBlog pada Rabu (15/1), berikut ini delapan bahasa tubuh yang hanya dilakukan oleh seseorang dengan tingkat kecerdasan rendah.
 
1. Kontak Mata Minim
 
 
Tahukah, ternyata kontak mata adalah indikasi halus dari kecerdasan seseorang? Ini menjadi sifat umum yang diamati dari individu-individu dengan kemampuan kognitif yang rendah.
 
Meski minim kontak mata bukan berarti mereka tidak mendengarkan atau tertarik kepada Anda, hanya saja mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk memroses informasi atau kata-kata yang Anda katakan.
 
2. Anggukan yang Berlebihan
 
Tidak selamanya anggukan berarti paham atas apa yang diucapkan. Menurut psikologi, anggukan bisa saja berarti sebaliknya, terutama bila dilakukan secara berlebihan.
 
Seseorang dengan tingkat kecerdasan yang rendah mengangguk selama percakapan bertujuan untuk menutupi kebingungan dan memberikan ilusi bahwa mereka memahami dan mengikuti apa yang Anda katakan, padahal nyatanya tidak.
 
Bukan berarti mereka menipu atau tidak jujur, mereka hanya mencoba menjaga alur percakapan atau menghindari rasa malu.
 
3. Gelisah
 
 
Gelisah atau gugup, seperti terus menerus mengetukkan kaki, memutar ramut, atau memainkan pena adalah respon bawah sadar tubuh untuk berjuang memahami atau mengikuti informasi.
 
Seringkali respon ini dikaitkan dengan kemampuan kognitif seseorang yang rendah dengan fokus dan konsentrasi yang minim. Tetapi, tidak selalu kegelisahan atau kegugupan berarti demikian.
 
4. Sering Menyentuh Wajah
 
Tanda lainnya ketika seseorang sedang memroses informasi atau menemukan jawaban ialah sering menyentuh wajah, khususnya area hidung dan mulut. Ini adalah reaksi alami ketika seseorang sedang merasa sedikit tersesat atau kewalahan.
 
Jadi, ketika seseorang sering menyentuh wajah selama percakapan bertanda dirinya sedang menavigasi percakapan yang sedang berlangsung dengan kecepatannya sendiri.
 
5. Menyilangkan Tangan
 
Bahasa tubuh yang tanpa sadar dilakukan seseorang ketika percakapan berlangsung. Ini menandakan sikap defensif dan tertutup. Lalu, bisa juga berarti seseorang atau lawan bicara sulit memahami atau memroses apa yang dikatakan.
 
6. Gerakan Singkat dan Tiba-Tiba
 
 
Bahasa tubuh satu ini mencerminkan kondisi mental yang cepat, terputus-putus, dan berusaha mengikuti alur percakapan. Ini bisa saja terjadi ketika seseorang kesulitan mengikuti arus informasi dalam percakapan atau diskusi yang rumit.
 
Gerakan tangan yang cepat, singkat, dan tiba-tiba adalah isyarat bahwa mereka butuh waktu untuk memroses informasi dengan kecepatannya sendiri.
 
7. Penggunaan Kata Pengisi yang Berlebihan
 
Kata pengisi seperti 'um', 'jadi', 'tahu nggak sih', dan lainnya mungkin terdengar normal dalam percakapan, namun bila penggunaannya berlebihan secara tidak langsung menunjukkan orang tersebut kesulitan untuk mengartikulasikan pikiran dengan cepat dan efektif serta kemampuan kognitif yang lebih rendah.
 
Bukan tentang kosakata atau kefasihan, tetapi penggunaan kata ini tanda bahwa orang tersebut memerlukan sedikit waktu lebih lama untuk merumuskan pikiran atau ide mereka.
 
Jadi, bila Anda mendapati orang yang seperti ini, cobalah untuk memperlambat atau menenangkan pikiran Anda sebelum berbicara dengannya.
 
8. Ekspresi Wajah Terbatas
 
 
Terakhir adalah ekspresi wajah. Seseorang yang tingkat kecerdasannya rendah cenderung memiliki ekspresi wajah yang terbatas atau tidak jelas selama percakapan atau diskusi. Orang tersebut mengalami kesulitan dalam memahami apa yang dikatakan.
 
Demikianlah delapan bahasa tubuh yang hanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan rendah.
 
Meski tanda-tanda di atas mampu memberikan gambaran tentang tingkat kecerdasan seseorang, tetapi tidak bisa menjadi patokan atau penentu, karena kecerdasan banyak jenisnya dan tidak dapat dilihat hanya dari bahasa tubuh saja.***
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore