Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Januari 2025 | 20.32 WIB

4 Tanda Awal untuk Mengenali Seseorang Punya Kepribadian Manipulatif supaya Tidak Mudah Terjebak

Ilustrasi orang manipulatif (cottonbro studio/pexels.com)

JawaPos.com - Perilaku manipulatif dilakukan untuk mempengaruhi orang lain demi keuntungan pribadi, kekuasaan, atau kendali. Walaupun terlihat halus, cobalah untuk mengenali tanda-tandanya agar dapat melindungi diri. Perilaku ini bisa terjadi dalam hubungan pribadi maupun profesional.

Jika dibiarkan, maka mampu menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan yang berujung pada masalah emosional seperti kebingungan, kecemasan, dan kelelahan. Dikutip dari verywellmind.com, berikut beberapa tanda awal untuk mengenali seseorang punya kepribadian manipulatif agar tidak mudah terjebak.

1. Gaslighting

Istilah gaslighting pertama kali diperkenalkan pada tahun 1938 melalui drama "Gas Light" karya penulis Inggris Patrick Hamilton. Serial ini kemudian diadaptasi menjadi film, menceritakan kisah seorang suami yang memanipulasi istrinya untuk meragukan persepsi realitasnya. Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban merasa seolah-olah realitas mereka diciptakan atau diputarbalikkan.

Taktik gaslighting melibatkan berbagai manipulasi, seperti berbohong, memutarbalikkan kata-kata atau tindakan korban yang digunakan melawan mereka, serta menyangkal percakapan yang telah terjadi. Bentuk pelecehan emosional ini bisa mengakibatkan korban meragukan kesehatan mental mereka sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa pelaku gaslighting sering memanfaatkan stereotip gender dan ras agar semakin memanipulasi persepsi korban. Apabila perilaku ini berlanjut, maka dampaknya bisa menimbulkan keraguan diri, kecemasan, dan bahkan depresi pada korban.

2. Isolasi

Ada rasa aman yang datang dengan keberadaan banyak orang, itulah mengapa manipulator berusaha memisahkanmu dari orang-orang dan tempat-tempat yang membuatmu merasa nyaman. Manipulator bisa dengan mudah menguasai seseorang usai mereka terisolasi dari komunitas, memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman, serta ditempatkan dalam lingkungan yang asing dan tidak dikenal.

Dalam sebuah penelitian terbaru, ditemukan bahwa baik pria maupun wanita mengalami kekerasan emosional dalam hubungan mereka. Sayangnya, wanita melaporkan bahwa mereka lebih sering mengalami isolasi dibandingkan pria.

3. Pasif agresif

Orang yang pasif-agresif memperlihatkan agresi secara tidak langsung, meski terlihat tidak berbahaya. Tindakan ini biasanya melibatkan sikap yang tampak netral, namun menyimpan motif agresif yang tidak disadari, seperti pujian yang disertai sindiran, membuat orang lain merasa bersalah, atau berbicara di belakang seseorang.

Penelitian menunjukkan bahwa agresi pasif sering digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri oleh orang yang emosionalnya belum matang, serta lebih sering ditemui pada orang dengan anoreksia, gangguan stres akut, atau gangguan kepribadian ambang saat menghadapi konflik.

4. Love bombing

Love bombing merupakan pola perilaku di mana seseorang memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan kepada pasangannya. Taktik manipulasi ini bisa melibatkan tindakan berlebihan seperti menempatkan pasangan di atas segalanya, mengenalkan mereka pada orang-orang terdekat dan memberi hadiah secara terus-menerus.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore