Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Januari 2025 | 15.18 WIB

Orang yang Merasa Dihakimi oleh Keluarga Atas Pilihan Hidupnya, Sering Kali Menunjukkan 8 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang dihakimi oleh keluarga../Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang dihakimi oleh keluarga../Freepik.

JawaPos.com - Setiap orang berhak mengambil pilihan hidupnya sendiri, karena bagaimanapun juga itu bagian dari keaslian diri. Hal ini tidak bisa diatur-atur hanya untuk memenuhi harapan orang lain, termasuk keluarga.

Terkadang keluarga selalu ikut campur terhadap pilihan hidup kita, entah itu mengenai pendidikan, karier, atau jodoh. Maka jika kita mengambil pilihan tidak sesuai harapan mereka, akan menjadi tantangan besar ke depannya.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada (14/01) orang yang merasa dihakimi oleh keluarga atas pilihan hidupnya, sering kali menunjukkan 8 perilaku ini :

Jarak ini juga dapat meluas ke media sosial. Mereka mungkin tampak kurang aktif saat online, atau menghindari berbagi informasi pribadi untuk mencegah potensi reaksi balik.

Isolasi mungkin tampak seperti solusi yang mudah, tapi hanya memberikan bantuan sementara. Masalah mendasar mengenai perasaan dihakimi masih ada, dan isolasi mungkin hanya memperburuk perasaan kesepian dan kesalahpahaman.

5. Mengembangkan harga diri yang rendah

Keluarga seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman, tempat di mana kita diterima apa adanya. Tapi ketika penilaian mulai masuk, hal itu dapat menghancurkan rasa aman dan rasa memiliki.

Orang yang merasa dihakimi sering kali mulai meragukan dirinya sendiri, nilai dirinya, dan keputusannya. Mereka mungkin terus-menerus mencari validasi atau persetujuan, karena takut pilihan hidupnya tidak cukup baik.

6. Terlalu sensitif terhadap kritik

Ini bukan tentang ketidakmampuan menerima kritik, tapi lebih tentang merasakan tekanan kuat untuk menyenangkan dan menyesuaikan diri. Saran atau kritik apapun terasa seperti konfirmasi bahwa diri sendiri telah gagal.

Kepekaan yang meningkat terhadap kritik ini biasa terjadi pada orang-orang yang merasa dihakimi. Mereka mungkin tersinggung, bereaksi keras terhadap kritik, atau terus-menerus takut melakukan kesalahan.

7. Memberikan kompensasi yang berlebihan di bidang lain

Ketika individu merasa dihakimi oleh keluarganya atas pilihan hidupnya, mereka mungkin mencoba memberikan kompensasi yang berlebihan di bidang lain. Misalnya, seseorang yang merasa dihakimi tentang pilihan kariernya mungkin akan berusaha lebih keras dalam hobi.

Mereka juga bisa berusaha menjadi orang tua, teman, atau pasangan yang sempurna, sering kali dengan mengorbankan kesejahteraannya sendiri. Meskipun mengupayakan pertumbuhan pribadi adalah hal yang terpuji, penting untuk menyadari kapan hal itu berasal dari perasaan dihakimi.

8. Sering mempertanyakan keputusan mereka sendiri

Mungkin tanda paling jelas dari perasaan dihakimi adalah keraguan diri dari mereka yang merasa dihakimi oleh keluarganya sering kali mempertanyakan keputusannya sendiri.

Mereka mungkin terus-menerus bertanya-tanya apakah mereka membuat pilihan yang benar, meskipun pada awalnya merasa yakin akan hal itu.

Pertanyaan diri yang terus-menerus ini dapat menyebabkan keragu-raguan dan merampas kegembiraan dan ketenangan pikiran. Ini adalah beban berat yang harus dipikul, dan penting untuk diingat bahwa setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri, bebas dari penilaian dan penuh percaya diri.

Mengutip dari laman Baby Sleep Answers, jika kamu memang selalu dihakimi oleh keluarga atas pilihan hidup sendiri, maka perlu menghapus emosi dari orang-orang toxic, selalu membalas dengan kata-kata baik, dan paling penting adalah untuk menetapkan batasan.

Mungkin sah-sah saja jika mereka memberi saran karena pengalamannya yang lebih dalam, tapi nasihan bukan berarti untuk "mengatur" apalagi menghakimi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore