
Ilustrasi orang soft spoken (Christina Morillo/pexels.com)
JawaPos.com - Orang yang mempunyai cara berbicara lembut sering kali dianggap sebagai pribadi yang tenang dan bijaksana.
Akan tetapi, untuk menjadi seseorang yang soft spoken sejati, maka tidak cukup hanya dengan berbicara dengan suara yang lembut.
Hal tersebut juga melibatkan keyakinan diri yang terpancar jelas dalam setiap interaksi dan percakapan.
Merangkum geediting.com, berikut ini beberapa tanda orang soft spoken yang baik dan percaya Diri, serta begitu mudah untuk dikenali.
1. Lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara
Orang yang berbicara dengan lembut namun penuh rasa percaya diri biasanya memiliki kemampuan mendengarkan yang sangat baik. Mereka memberikan perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara, sehingga orang merasa dihargai dan didengarkan.
Dengan lebih banyak mendengarkan, mereka tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga membuka diri untuk belajar. Setiap percakapan menjadi kesempatan dalam memperoleh pemahaman baru dan melihat berbagai sudut pandang yang berbeda.
2. Nyaman dengan keheningan
Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana sebagian orang selalu merasa perlu berbicara untuk mengisi setiap momen, sementara yang lain lebih nyaman dengan membiarkan keheningan? Mereka menyadari bahwa keheningan bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau dipenuhi.
Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk berpikir, merenung, atau sekadar menikmati kebersamaan dengan diri sendiri. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka dan tidak merasa perlu mengisi setiap detik dengan suara.
Kenyamanan mereka dalam keheningan umumnya membuat orang di sekitarnya merasa tenang. Ketika kamu tidak terburu-buru mengisi ruang dengan kata-kata, maka kamu cenderung lebih berhati-hati dalam berpikir dan berbicara, sehingga kata-kata yang diucapkan menjadi lebih bermakna.
3. Memilih kata yang bijaksana
Kamu perlu memilih kata yang bijaksana, misalnya saat sebuah perdebatan politik hampir merusak persahabatanmu dengan seorang teman. Alasannya sebab begitu terbawa emosi, saling berargumen dengan keras, seolah merasa paling benar. Suasana pun menjadi sangat tegang.
Tiba-tiba, seorang teman lain yang menyaksikan perdebatan tersbeut berbicara dengan suara yang lembut. Ia tidak ikut berdebat atau memilih pihak, melainkan hanya mengajukan beberapa pertanyaan sederhana yang membuatmu dan temanmu mulai merenung.
Pertanyaan-pertanyaan itu sangat mendasar, namun cukup menggoyahkan argumen kalian. Kalian menajdi terdiam sejenak, mencerna kata-katanya, dan menyadari betapa sempitnya pandangan serta pentingnya mendengarkan perspektif orang lain.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
