Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 20.53 WIB

Idaman Banget! Intip 8 Tanda Orang Soft Spoken yang Baik dan Percaya Diri, Mudah untuk Dikenali

Ilustrasi orang soft spoken (Christina Morillo/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang soft spoken (Christina Morillo/pexels.com)

JawaPos.com - Orang yang mempunyai cara berbicara lembut sering kali dianggap sebagai pribadi yang tenang dan bijaksana.

Akan tetapi, untuk menjadi seseorang yang soft spoken sejati, maka tidak cukup hanya dengan berbicara dengan suara yang lembut.

Hal tersebut juga melibatkan keyakinan diri yang terpancar jelas dalam setiap interaksi dan percakapan.

Merangkum geediting.com, berikut ini beberapa tanda orang soft spoken yang baik dan percaya Diri, serta begitu mudah untuk dikenali.

1. Lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara

Orang yang berbicara dengan lembut namun penuh rasa percaya diri biasanya memiliki kemampuan mendengarkan yang sangat baik. Mereka memberikan perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara, sehingga orang merasa dihargai dan didengarkan.

Dengan lebih banyak mendengarkan, mereka tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga membuka diri untuk belajar. Setiap percakapan menjadi kesempatan dalam memperoleh pemahaman baru dan melihat berbagai sudut pandang yang berbeda.

2. Nyaman dengan keheningan

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana sebagian orang selalu merasa perlu berbicara untuk mengisi setiap momen, sementara yang lain lebih nyaman dengan membiarkan keheningan? Mereka menyadari bahwa keheningan bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau dipenuhi.

Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk berpikir, merenung, atau sekadar menikmati kebersamaan dengan diri sendiri. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka dan tidak merasa perlu mengisi setiap detik dengan suara.

Kenyamanan mereka dalam keheningan umumnya membuat orang di sekitarnya merasa tenang. Ketika kamu tidak terburu-buru mengisi ruang dengan kata-kata, maka kamu cenderung lebih berhati-hati dalam berpikir dan berbicara, sehingga kata-kata yang diucapkan menjadi lebih bermakna.

3. Memilih kata yang bijaksana

Kamu perlu memilih kata yang bijaksana, misalnya saat sebuah perdebatan politik hampir merusak persahabatanmu dengan seorang teman. Alasannya sebab begitu terbawa emosi, saling berargumen dengan keras, seolah merasa paling benar. Suasana pun menjadi sangat tegang.

Tiba-tiba, seorang teman lain yang menyaksikan perdebatan tersbeut berbicara dengan suara yang lembut. Ia tidak ikut berdebat atau memilih pihak, melainkan hanya mengajukan beberapa pertanyaan sederhana yang membuatmu dan temanmu mulai merenung.

Pertanyaan-pertanyaan itu sangat mendasar, namun cukup menggoyahkan argumen kalian. Kalian menajdi terdiam sejenak, mencerna kata-katanya, dan menyadari betapa sempitnya pandangan serta pentingnya mendengarkan perspektif orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore