Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 20.38 WIB

Begini 9 Ciri Perilaku Orang yang Punya Empati Tinggi Menurut Psikologi, Pernah Bertemu Orang Seperti Ini?

Ilustrasi perilaku sesorang yang sedang empati menurut psikologi. - Image

Ilustrasi perilaku sesorang yang sedang empati menurut psikologi.

JawaPos.com – Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan emosi orang lain seolah-olah mengalaminya sendiri. Orang demikian sering kali memiliki ciri-ciri perilaku yang mencerminkan kepekaan emosional dan keterhubungan mendalam dengan sesama.

Orang dengan empati tinggi tidak hanya mendengarkan, tetapi juga merespons dengan perhatian yang tulus. Psikologi menjelaskan bahwa perilaku ini berasal dari kapasitas otak untuk membangun koneksi sosial yang kuat, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (29/12), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri perilaku orang yang memiliki empati sangat tinggi menurut Psikologi.

1. Mendengarkan dengan sepenuh hati

Dalam lautan kebisingan informasi, seseorang yang benar-benar mendengarkan bagaikan angin segar. Mendengarkan secara aktif bukan sekadar mengangguk sambil orang lain berbicara, melainkan memberikan perhatian penuh.

Mereka fokus memahami pikiran dan perasaan, bukan sekadar menangkap kata-kata. Tidak menyela atau mengalihkan percakapan ke diri sendiri, mereka justru membiarkan orang lain mengungkapkan diri sepenuhnya dengan respon yang menunjukkan pemahaman mendalam.

2. Membaca bahasa tubuh dengan tajam

Orang-orang empati memiliki kemampuan luar biasa menangkap sinyal non-verbal. Mereka mampu mendeteksi perubahan halus dalam komunikasi tanpa verbal.

Penelitian menunjukkan 80% komunikasi berlangsung lewat bahasa tubuh, dan mereka sangat peka membaca pertanda tersembunyi. Mereka melihat jauh melampaui ucapan, memahami emosi yang tersimpan di balik kata-kata.

3. Merasakan emosi secara mendalam

Empati bukan sekadar memahami emosi, melainkan turut merasakan. Neurosains menemukan bahwa mirror neurons memungkinkan seseorang ikut merasakan apa yang dialami orang lain.

Ketika seseorang bahagia, sedih, atau marah, mereka akan ikut merasakan gema emosi tersebut. Mereka tidak sekadar pengamat, tetapi ikut berpartisipasi dalam kehidupan emosional sekitarnya.

4. Keramahan yang tulus

Keramahan mereka bukan sekadar tindakan sesaat atau pertunjukan untuk menarik perhatian. Ini adalah bagian integral dari karakter mereka. Mereka rela memberikan kata-kata penghibur, membantu yang membutuhkan, atau sekadar mendengarkan tanpa pamrih.

Kebaikan mereka tidak bergantung pada siapa orangnya atau apa yang akan mereka terima sebagai balasan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore