Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 19.16 WIB

Bongkar 8 Ciri Perilaku Pria yang Selingkuh dalam Hubungan Menurut Psikologi, Segera Cek Pasangan Kamu!

Perilaku pria selingkuh menurut Psikologi - Image

Perilaku pria selingkuh menurut Psikologi

JawaPos.com – Hubungan yang harmonis dibangun di atas dasar kepercayaan dan komitmen. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa beberapa pria memiliki kecenderungan untuk selingkuh meskipun telah menjalin hubungan yang serius.

Menurut psikologi, perilaku selingkuh bukan sekadar tindakan, tetapi juga berkaitan dengan pola pikir dan sifat tertentu yang mendorong seseorang untuk mencari hubungan di luar pasangan.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (29/12), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku pria yang selingkuh dalam hubungan menurut Psikologi.

1. Kebiasaan ponsel yang mencurigakan

Ponsel seringkali menjadi saksi bisu perselingkuhan. Perubahan tiba-tiba dalam kebiasaan menggunakan telepon bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang tidak beres.

Misalnya, pasangan mulai mengambil telepon ke ruangan tertutup atau menjaga ponselnya dengan sangat protektif. Perhatikan perubahan perilaku ini tanpa perlu melakukan penguntitan atau penyelidikan rahasia.

2. Kepergian yang tak terduga

Munculnya ketidakjelasan dalam aktivitas sehari-hari menjadi sinyal penting. Seorang pria yang sebelumnya memiliki jadwal rutin tiba-tiba mulai sering memiliki “pertemuan” di luar jam kerja atau menghabiskan waktu di luar rumah tanpa penjelasan memadai.

Perjalanan mendadak ke toko pada malam hari atau kebutuhan untuk “mengambil udara segar” di luar kebiasaan bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang disembunyikan.

3. Perubahan tingkat intimasi

Dinamika kedekatan fisik dalam hubungan bisa menjadi petunjuk tersembunyi. Baik peningkatan maupun penurunan aktivitas seksual dapat mengindikasikan permasalahan.

Secara psikologis, pelaku perselingkuhan mungkin merasa bersalah dan mencoba mengimbangi dengan menunjukkan lebih banyak afeksi, atau sebaliknya, menarik diri karena kebutuhan intimnya terpenuhi di tempat lain.

4. Sikap defensif yang berlebihan

Reaksi defensif yang tidak biasa ketika diajukan pertanyaan sederhana bisa menjadi tanda bahaya. Ketika pasangan menjadi sangat argumentatif atau marah berlebihan saat ditanya tentang aktivitas hariannya, hal ini patut dicurigai.

Namun, perlu dibedakan antara sikap defensif yang wajar dengan pola yang konsisten dan di luar karakter biasanya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore