
Ilustrasi orang bermain media sosial/freepik.com
JawaPos.com - Banyak orang sering memeriksa ponsel dan perangkat lainnya untuk mencari notifikasi, menghabiskan waktu menelusuri media sosial, dan sulit berhenti dari kebiasaan ini. Media sosial telah mengubah cara orang berinteraksi dan bisa membantu membangun jaringan global.
Sayangnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif. Data terbaru mengungkapkan bahwa 58,4% populasi dunia memakai media sosial, dengan para ahli memperkirakan sekitar 5-10% orang di Amerika Serikat berisiko mengalami kecanduan media sosial.
Jeda media sosial, atau detoks media sosial adalah periode di mana seseorang berhenti bermedia sosial untuk jangka waktu tertentu. Seseorang dapat menentukan seberapa lama jeda ini berlangsung dan platform mana yang akan disertakan.
Dikutip dari medicalnewstoday.com, beberapa manfaat orang berhenti bermain media sosial, pahami juga tanda-tandanya.
1. Tidur yang lebih baik
Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa rasa takut ketinggalan (FOMO) mendorong penggunaan media sosial di malam hari yang berujung pada gangguan tidur dan kesulitan untuk tidur.
Studi lain pada tahun 2021 yang melibatkan 132 peserta menemukan bahwa membatasi penggunaan media sosial selama seminggu dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mencegah masalah tidur. Akan tetapi, penulis mencatat bahwa remaja yang sudah sangat aktif di media sosial mungkin enggan berpartisipasi dalam penelitian ini sebab tidak ingin mengurangi waktu penggunaan mereka.
Studi tambahan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa membatasi akses internet pada remaja sebelum tidur dapat membantu mencegah masalah tidur, walaupun efek ini lebih terasa pada mereka yang kurang aktif di media sosial.
2. Mengurangi stres
Sebuah penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa tidak memakai media sosial selama sekitar satu minggu dapat mengurangi stres pada pengguna media sosial, baik yang biasa maupun yang berlebihan. Dampak ini lebih terlihat pada pengguna yang sangat sering menggunakan media sosial.
3. Mencegah depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis
Penulis penelitian tahun 2019 mengamati bahwa perilaku umum di media sosial, seperti terus-menerus memeriksa pesan, serta penggunaan media sosial yang berlebihan bisa menjadi faktor risiko bagi kecemasan, depresi, dan tekanan psikologis.
Meski begitu, mereka juga mengakui keterbatasan dalam penelitian ini dan menekankan perlunya studi lebih lanjut. Sebaliknya, sebuah studi pada tahun 2021 menemukan hubungan antara penggunaan media sosial dan peningkatan gejala depresi yang dilaporkan oleh para peserta.
Sementara itu, studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa membatasi waktu penggunaan media sosial hingga sekitar 30 menit per hari dapat secara signifikan mengurangi perasaan kesepian dan depresi pada mahasiswa setelah tiga minggu.
4. Meningkatkan kesejahteraan mental

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
