
Ilustrasi seseorang dengan harga diri yang rendah (freepik)
JawaPos.com - Dalam ranah persepsi diri, ada garis tipis antara kepercayaan diri dan kompensasi berlebihan. Kompensasi berlebihan biasanya adalah upaya menutupi perasaan tidak mampu dan rendah diri yang sudah mengakar.
Ini adalah upaya untuk meyakinkan orang lain, dan diri mereka sendiri, bahwa mereka lebih dari yang mereka yakini. Namun, mereka yang telah menguasai seni perilaku manusia dapat dengan mudah mengenali kompensasi berlebihan ini.
Ada perilaku tertentu yang merupakan tanda-tanda seseorang yang mencoba menyembunyikan harga dirinya yang rendah.
Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Selasa (3/12), inilah sepuluh perilaku umum yang ditunjukkan oleh mereka yang berusaha menutupi harga diri yang rendah.
1. Membual secara berlebihan
Kita semua tahu orang-orang yang membanggakan prestasi mereka, terus-menerus mengingatkan kita tentang kemenangan mereka. Perilaku ini, meski kadang kala sekadar merupakan tanda kebanggaan atau kegembiraan, dapat juga menjadi tanda bahaya untuk kompensasi yang berlebihan.
Faktanya, mereka yang memiliki harga diri tinggi sering kali tidak merasa perlu untuk terus-menerus menggembor-gemborkan prestasi mereka. Mereka puas dengan keberhasilan mereka dan tidak membutuhkan validasi eksternal untuk merasa senang dengan diri mereka sendiri.
Di sisi lain, individu dengan harga diri rendah mungkin sering menyoroti pencapaian mereka dalam upaya untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Perilaku ini tidak selalu menjadi tanda kepercayaan diri yang tinggi, terkadang ini merupakan indikator seseorang mencoba untuk menutupi perasaan tidak mampu.
2. Terlalu defensif
Orang yang terlalu berusaha menutupi harga diri yang rendah cenderung bersikap terlalu defensif. Mereka menganggap segala bentuk kritik, tidak peduli seberapa tidak penting atau tidak berbahaya, sebagai serangan langsung terhadap karakter mereka.
3. Selalu ingin menjadi benar
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tidak bisa menerima kesalahannya? Seolah-olah seluruh harga dirinya terikat pada kenyataan bahwa ia selalu benar. Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah cenderung bersikeras bahwa mereka benar, meskipun sebenarnya tidak.
Mereka memandang kebenaran sebagai cara untuk memvalidasi harga diri dan membuktikan kecerdasan mereka. Sebaliknya, mereka yang memiliki harga diri yang sehat dapat mengakui kesalahan mereka, mereka memahami bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan dan tidak mengurangi harga diri atau kecerdasan mereka.
4. Mencari validasi secara terus-menerus
Kita semua menghargai pujian, senang rasanya diakui atas usaha dan prestasi yang telah kita raih. Namun, jika seseorang terus-menerus mencari validasi dan persetujuan dari orang lain, itu bisa jadi pertanda kompensasi yang berlebihan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
