Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2024 | 01.55 WIB

Orang yang Terlalu Mengompensasi Harga Diri yang Rendah Seringkali Menunjukkan 10 Perilaku Ini, Apa Saja?

Ilustrasi seseorang dengan harga diri yang rendah (freepik) - Image

Ilustrasi seseorang dengan harga diri yang rendah (freepik)

JawaPos.com - Dalam ranah persepsi diri, ada garis tipis antara kepercayaan diri dan kompensasi berlebihan. Kompensasi berlebihan biasanya adalah upaya menutupi perasaan tidak mampu dan rendah diri yang sudah mengakar.

Ini adalah upaya untuk meyakinkan orang lain, dan diri mereka sendiri, bahwa mereka lebih dari yang mereka yakini. Namun, mereka yang telah menguasai seni perilaku manusia dapat dengan mudah mengenali kompensasi berlebihan ini.

Ada perilaku tertentu yang merupakan tanda-tanda seseorang yang mencoba menyembunyikan harga dirinya yang rendah.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Selasa (3/12), inilah sepuluh perilaku umum yang ditunjukkan oleh mereka yang berusaha menutupi harga diri yang rendah.

1. Membual secara berlebihan

Kita semua tahu orang-orang yang membanggakan prestasi mereka, terus-menerus mengingatkan kita tentang kemenangan mereka. Perilaku ini, meski kadang kala sekadar merupakan tanda kebanggaan atau kegembiraan, dapat juga menjadi tanda bahaya untuk kompensasi yang berlebihan.

Faktanya, mereka yang memiliki harga diri tinggi sering kali tidak merasa perlu untuk terus-menerus menggembor-gemborkan prestasi mereka. Mereka puas dengan keberhasilan mereka dan tidak membutuhkan validasi eksternal untuk merasa senang dengan diri mereka sendiri.

Di sisi lain, individu dengan harga diri rendah mungkin sering menyoroti pencapaian mereka dalam upaya untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Perilaku ini tidak selalu menjadi tanda kepercayaan diri yang tinggi, terkadang ini merupakan indikator seseorang mencoba untuk menutupi perasaan tidak mampu.

2. Terlalu defensif

Orang yang terlalu berusaha menutupi harga diri yang rendah cenderung bersikap terlalu defensif. Mereka menganggap segala bentuk kritik, tidak peduli seberapa tidak penting atau tidak berbahaya, sebagai serangan langsung terhadap karakter mereka.

3. Selalu ingin menjadi benar

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tidak bisa menerima kesalahannya? Seolah-olah seluruh harga dirinya terikat pada kenyataan bahwa ia selalu benar. Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang dengan harga diri rendah cenderung bersikeras bahwa mereka benar, meskipun sebenarnya tidak.

Mereka memandang kebenaran sebagai cara untuk memvalidasi harga diri dan membuktikan kecerdasan mereka. Sebaliknya, mereka yang memiliki harga diri yang sehat dapat mengakui kesalahan mereka, mereka memahami bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan dan tidak mengurangi harga diri atau kecerdasan mereka.

4. Mencari validasi secara terus-menerus

Kita semua menghargai pujian, senang rasanya diakui atas usaha dan prestasi yang telah kita raih. Namun, jika seseorang terus-menerus mencari validasi dan persetujuan dari orang lain, itu bisa jadi pertanda kompensasi yang berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore