
Perilaku pria tak punya rasa cinta menurut Psikologi
JawaPos.com – Menurut psikologi, ketika pria mulai kehilangan perasaan cinta, ada beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda-tandanya. Perubahan kecil hingga besar dalam sikap dan interaksi sehari-hari bisa mencerminkan pergeseran emosional ini.
Perilaku ini sering muncul tanpa disadari, tetapi memberikan gambaran jelas tentang perasaan cinta yang mulai pudar. Dengan memahami tanda ini, kamu bisa lebih peka terhadap perubahan dalam hubungan dan memahami apa yang mungkin sedang dirasakan oleh pasangan.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (26/11), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku seorang pria yang tidak lagi memiliki rasa cinta menurut Psikologi.
1. Menarik diri secara batin
Ketika kasih sayang mulai memudar, seorang lelaki akan menunjukkan tanda pertama berupa penarikan diri secara emosional. Ia menjadi kurang tertarik mendengarkan cerita keseharian pasangannya dan antusiasmenya berkurang terhadap aktivitas yang biasa dilakukan bersama.
Kepeduliannya terhadap perasaan pasangan juga cenderung menurun, meski perubahan ini terjadi secara perlahan dan halus. Semua ini merupakan sinyal awal yang menunjukkan adanya pergeseran perasaan dalam hubungan tersebut.
2. Perubahan pola komunikasi
Komunikasi yang mulai berkurang menjadi tanda nyata hilangnya perasaan mencintai. Lelaki tersebut jarang membagikan pikiran dan pengalaman sehari-harinya, seolah menutup akses ke dunia pribadinya.
Percakapan yang bermakna mulai dihindari dan interaksi menjadi lebih dangkal dari hari ke hari.
3. Menghindari kedekatan fisik
Ketika perasaan kasih sayang memudar, sentuhan fisik yang penuh kasih sayang mulai berkurang.
Bukan hanya tentang hubungan intim, tetapi juga kontak sederhana seperti berpegangan tangan atau pelukan singkat di sofa menjadi hal yang jarang terjadi. Kedekatan fisik yang biasanya menjadi ungkapan kasih sayang natural kini terasa dipaksakan.
4. Bersikap lebih baik dari biasanya
Anehnya, lelaki yang mulai kehilangan perasaannya justru bisa menjadi lebih perhatian dan akomodatif. Perubahan sikap ini seringkali dipicu oleh perasaan bersalah karena menyadari perasaannya yang berubah.
Ia berusaha mengkompensasi perubahan perasaannya dengan bersikap lebih baik dari biasanya sebagai bentuk penebusan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
