
Ilustrasi makanan (Freepik)
JawaPos.com – Pada era digital saat ini, social media merupakan bagian utama dalam kehidupan manusia sehari-hari. Banyak sekali, orang yang kerap membagikan kehidupan pribadinya di dalam social media.
Bukan hanya dari segi karir ataupun tingkat pendidikan, bahkan makanan yang hendak dimakan sering kali dipotret lalu dibagikan terlebih dahulu di social media. Hal ini semakin lumrah di era saat ini dengan tingginya pengguna sosial media.
Melansir dari Vinclo, berikut 5 alasan seseorang kerap kali suka membagikan foto makanan di social media sebelum akhirnya makanan tersebut dimakan.
Meskipun makan dan minum merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia, dengan meluasnya kebiasaan makan di luar, hal ini menjadi cara untuk mengekspresikan diri. Orang-orang saling terhubung ketika orang lain berbagi foto tentang apa yang mereka makan atau minum, ke mana mereka pergi dengan tujuan masing-masing, Akibatnya, orang-orang mencoba menunjukkan kepada orang lain untuk menciptakan kesan yang baik dengan berbagi kehidupan mereka.
Orang cenderung menunjukkan apa yang dapat mereka hasilkan atau apa yang dapat mereka lakukan. Kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa makan di restoran terkenal dan bagus menciptakan persepsi status. Misalnya, jumlah orang yang berbagi foto makanan jauh lebih banyak ketika orang pergi ke restoran mewah dan berkelas dibandingkan dengan restoran lokal. Sekarang, kita mendekati berbagi foto makanan sebagai status atau prestise.
Alasan selanjutnya kalah ingin berbagi dengan teman yang ada di dunia maya. Banyak sebagian orang ingin berbagi hal-hal yang mereka lihat, seperti tempat-tempat yang telah dikunjungi, atau pengalaman-pengalaman yang telah dialami. Hal itu dilakukan karena ingin berbagi perasaan-perasaan tersebut terhadap suatu momen dengan teman-teman dan pengikut yang ada didalam sosial media. Keinginan tersebut dilakukan untuk berbagi kebahagiaan dengan alasan untuk mengambil swafoto atau makanan-makanan lezat yang akan dimakan.
Penggunaan internet yang meluas dan waktu yang dihabiskan di media sosial menciptakan perasaan perlunya menjadi bagian dari suatu kelompok. Orang-orang dengan minat yang sama lebih mudah terhubung satu sama lain. Pecinta kuliner adalah salah satu kelompok. Pecinta kuliner adalah orang-orang yang memiliki blog makanan mereka sendiri dan berbagi foto makanan yang mereka makan di tempat-tempat seperti restoran atau kafe. Oh, jangan lupa bahwa mereka menjadi lebih populer dan jumlah pengikut mereka meningkat dengan sangat cepat.
Tren pertumbuhan pesat di sektor makanan dan minuman telah membuat daya saing menjadi krusial bagi pasar. Para pelaku industri makanan dan minuman seperti restoran, kafe, dan bistro lebih memperhatikan platform media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Vinclo) dan menjadi lebih aktif untuk mempromosikan diri mereka dengan lebih efisien.
Mereka mencoba menunjukkan kepada pelanggan kualitas layanan yang mereka tawarkan. Saat melakukan ini, mereka sering membagikan foto-foto makanan restoran mereka yang elegan dan bergaya. Bahkan, beberapa pemilik restoran menyewa dan bekerja sama dengan fotografer makanan profesional untuk menjangkau dan menyajikannya kepada pelanggan.
***

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
