
Laki-laki saat menggunakan media sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia bahkan di dunia tampaknya masih memetakan sesuatunya antara laki-laki dan perempuan berdasarkan gendernya. Contohnya saja pakaian atau makanan tertentu dianggap lebih jantan atau lebih feminin.
Dikutip JawaPos.com pada Rabu (6/11) dari laman Theconverstion.com, menemukan bahwa media sosial merupakan tempat untuk stereotip gender. Penelitian itu mengungkapkan bahwa laki-laki yang sering memposting di media sosial dianggap feminin, sebuah fenomena yang mereka sebagai “stereotipe femininitas yang sering memposting.
”Kami mengamati bias ini dalam empat eksperimen yang melibatkan lebih dari 1.300 responden dari AS dan Inggris," seperti dikutip Theconversation.com.
Mereka menemukan bahwa siapa pun yang sering memposting, terlepas dari jenis kelaminnya, terlihat sebagai orang yang mencari perhatian dan validasi. Namun, rasa membutuhkan yang ada ini hanya diterjemahkan menjadi feminitas yang dirasakan pada pria.
Beberapa iklan acara di TV, film, dan musik terus memperkuat stereotipe bahwa pria harus tabah dan mandiri. Sedangkan dengan sering memposting secara daring, pria terlihat sebaliknya.
Tidak hanya itu, efek stereotipe feminitas yang sering memposting ternyata lebih keras digaungkan. Dua percobaan theconversation mencoba, tetapi akhirnya gagal, untuk mengekang bias ini.
Pertama, mereka meneliti apakah pria dinilai berbeda saat membagikan konten tentang orang lain dibandingkan tentang diri mereka sendiri. Gagasannya adalah bahwa bentuk perilaku memposting ini akan dianggap sebagai bentuk perhatian dan bukan sebagai bentuk pencarian validasi.
Kedua, mereka juga meneliti apakah influencer pria yang memposting sebagian besar untuk alasan profesional menghadapi stereotip yang sama. Dalam kedua kasus tersebut dan hasil yang mengejutkan mereka seringnya mengunggah postingan, menyebabkan peserta melihat pengguna media sosial tersebut sebagai orang yang lebih feminim.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
