Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 18.15 WIB

Sering Update Status Galau di Media Sosial? Ini Makna Psikologis Dibalik 'Sadfishing' Seseorang di Dunia Maya

Ilustrasi update status galau di media sosial (Freepik) - Image

Ilustrasi update status galau di media sosial (Freepik)

JawaPos.com - Di era modern saat ini banyak orang memanfaatkan media sosial untuk berbagi. Tak hanya berbagai kebahagiaan saja, namun orang-orang terkadang juga berbagi status galau di media sosial.

Lantas bagaimana makna psikologis orang jika sering update status galau di media sosial? Apakah wajar? Dan bagaimana kata psikolog tentang hal itu?

Dilansir dari laman theconversation.com oleh JawaPos.com, Rabu (6/11) orang yang sering update status galau di media sosial biasa disebut dengan 'sadfishing' artinya memancing kesedihan atau memancing simpati orang lain secara daring.

Meskipun istilah sadfishing tergolong baru yakni dicetuskan pada awal tahun 2019 oleh penulis Rebecca Reid banyak orang mungkin familier dengan tindakan memancing simpati daring, baik mereka pernah melihatnya, atau mereka sendiri yang melakukannya.

Reid mendefinisikan sadfishing sebagai tindakan mengunggah materi pribadi yang sensitif dan emosional daring untuk mendapatkan simpati atau perhatian dari orang-orang di media sosial.

Konsep sadfishing di media sosial tergolong baru, yang berarti saat ini belum ada penelitian yang meneliti perilaku ini. Namun ada kemiripan antara sadfishing dan perilaku mencari perhatian secara umum. Yakni seseorang bertindak untuk mendapatkan perhatian, simpati, atau validasi dari orang lain.

Perilaku mencari perhatian dikaitkan dengan harga diri yang rendah, kesepian, narsisme, atau Machiavellianisme (keinginan untuk memanipulasi orang lain).

Akan tetapi, sulit untuk memahami motivasi pengguna media sosial hanya dengan membaca postingan atau aktivitas daring mereka.

Mungkin saja postingan sadfishing dimaksudkan untuk benar-benar menyoroti isu penting atau sensitif, seperti depresi atau kecemasan.

Postingan yang lain mungkin sekadar berbagi informasi tanpa mempedulikan respons yang mungkin ditimbulkannya.

Beberapa postingan sadfishing mungkin hanya ada untuk mengeksploitasi atau memprovokasi pembaca.

Seperti halnya perilaku mencari perhatian di dunia nyata, sadfishing di media sosial mungkin mencerminkan masalah yang lebih dalam, seperti gangguan kepribadian.

Misalnya, gangguan kepribadian histrionik ditandai dengan tingkat pencarian perhatian yang tinggi, dan dimulai pada awal masa dewasa.

Orang-orang ini memiliki kebutuhan yang berlebihan untuk mendapatkan persetujuan, dramatis, melebih-lebihkan, dan mendambakan penghargaan.

Orang-orang yang dengan sengaja bersikap sadfishing harus tahu bahwa tindakan mereka berpotensi memengaruhi kesejahteraan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore