Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 01.28 WIB

Seolah Lupa, Ini 8 Perilaku Perempuan yang Tinggalkan Teman Ketika Pacaran Menurut Psikologi

Ilustrasi perilaku perempuan yang meninggalkan teman ketika pacaran menurut psikologi. - Image

Ilustrasi perilaku perempuan yang meninggalkan teman ketika pacaran menurut psikologi.

JawaPos.com – Ketika seorang perempuan memulai hubungan percintaan seperti pacaran, perubahan dalam dinamika pertemanan sering kali terjadi. Ada kalanya, mereka mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangan dan secara tidak sadar menjauh dari teman.

Menurut Psikologi, ada sejumlah perilaku yang kerap muncul ketika seseorang terlibat dalam hubungan romantis seperti pacaran, sehingga membuat hubungan dengan teman menjadi renggang. Tanda seperti ini tidak selalu disengaja, namun dapat berdampak pada hubungan sosial jangka panjang.

Menjaga keseimbangan antara hubungan percintaan dan persahabatan adalah hal penting agar tetap bisa menjalani keduanya dengan baik.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (28/10), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku seorang perempuan yang meninggalkan teman sendiri ketika mulai memasuki fase pacaran menurut Psikologi.

1. Mendadak sulit dihubungi

Ketika seseorang memulai hubungan baru, perubahan pola komunikasi seringkali menjadi tanda pertama adanya pergeseran prioritas. Dari yang tadinya saling bertukar pesan secara intens dan responsif, tiba-tiba menjadi jarang membalas dan sulit dihubungi.

Meskipun wajar jika seseorang memiliki kesibukan tersendiri, namun jika pola ini berlanjut dalam jangka waktu lama, bisa jadi ada sesuatu yang berubah. Perubahan dari komunikasi yang aktif menjadi pasif ini bisa terasa halus namun signifikan dampaknya bagi persahabatan.

2. Sering membatalkan janji mendadak

Kebiasaan membatalkan rencana di menit-menit terakhir menjadi indikasi kuat bahwa seseorang mulai memprioritaskan hubungan romantisnya di atas persahabatan. Awalnya mungkin hanya sesekali terlambat atau meminta penundaan, namun lama-kelamaan bisa berujung pada pembatalan total tanpa pemberitahuan.

Misalnya dalam tradisi brunch mingguan yang selalu dijaga, perlahan-lahan terkikis hingga akhirnya hilang sama sekali seiring berkembangnya hubungan romantis sang sahabat. Perasaan tergantikan dan diabaikan tentu saja menyakitkan bagi pihak yang ditinggalkan.

3. Kehilangan minat terhadap kehidupan teman

Ketika obrolan hanya berkisar pada kehidupan cinta seseorang tanpa ada ketertarikan timbal balik, ini menjadi tanda bahwa dinamika persahabatan mulai bergeser. Kajian ilmu perilaku menunjukkan bahwa empati dan minat terhadap orang lain merupakan komponen penting dalam persahabatan yang kuat.

Jika elemen-elemen ini mulai memudar, bisa jadi ini pertanda bahwa persahabatan tidak lagi menjadi prioritas. Bayangkan ketika kamu sedang berbagi cerita penting namun temanmu malah mengalihkan pembicaraan kembali ke pasangannya - hal ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menyakitkan perasaan.

4. Hanya menghubungi saat butuh bantuan

Pergeseran pola interaksi menjadi lebih transaksional bisa mengindikasikan bahwa kualitas persahabatan telah menurun. Jika temanmu hanya menghubungi ketika membutuhkan nasihat tentang hubungan asmara atau ingin mencurahkan keluhannya, tanpa adanya momen berbagi kebahagiaan, ini pertanda buruk.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore