
Ilustrasi perempuan karir sedang bekerja. (Freepik)
JawaPos.com - Masalah kesehatan telah menjadi titik fokus yang signifikan akhir-akhir ini, dengan pengingat bahwa setiap individu rentan kehilangan pegangan. Perempuan yang bekerja memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menyerah pada tekanan-tekanan ini karena mereka umumnya menyeimbangkan antara tugas-tugas rumah tangga yang menguras tenaga dan pekerjaan kantor yang menantang secara mental dalam pekerjaan rutin mereka.
Perempuan yang bekerja saat ini diharapkan untuk memprioritaskan atasan, kolega, pasangan, anak-anak, dan teman-teman mereka daripada diri mereka sendiri. Ekspektasi ini memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan perempuan yang sering kali luput dari perhatian dan dibiarkan begitu saja.
Banyak risiko kesehatan yang bisa menyerang perempuan karir. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, keseleo dan tegang, sindrom lorong karpal, tendonitis, dan gangguan muskuloskeletal lainnya menyumbang lebih dari separuh (52 persen) cedera dan penyakit yang diderita oleh pekerja perempuan, dibandingkan dengan 45 persen untuk pekerja laki-laki.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan faktor-faktor yang membuat perempuan lebih berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal. Penelitian akan memeriksa apakah perbedaan fisik antara pria dan perempuan, atau perbedaan dalam pekerjaan yang mereka pegang, berkontribusi pada peningkatan risiko bagi perempuan.
Stres di tempat kerja merupakan masalah yang terus meningkat bagi semua pekerja, termasuk Perempuan. Dalam sebuah survei, 60 persen perempuan yang bekerja menyebutkan bahwa stres adalah masalah nomor satu mereka di tempat kerja.
Selain itu, tingkat penyakit yang berhubungan dengan stres hampir dua kali lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pria. Banyak kondisi pekerjaan yang berkontribusi terhadap stres di kalangan perempuan. Kondisi pekerjaan tersebut termasuk tuntutan beban kerja yang berat, sedikitnya kontrol atas pekerjaan, ambiguitas peran dan konflik, ketidakamanan kerja, hubungan yang buruk dengan rekan kerja dan atasan, serta pekerjaan yang sempit, berulang, dan monoton.
Faktor-faktor lain, seperti kurang adanya bonding yang kuat antarkaryawan dan masalah keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, juga dapat menjadi pemicu stres bagi perempuan di tempat kerja. Perempuan yang bekerja sangat sibuk mengurus semua orang dan segala sesuatu di sekitar mereka sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk memanjakan diri sendiri.
Di sinilah pergeseran besar dalam persepsi perlu dilakukan. Menyadari perlunya mencurahkan waktu, perhatian, dan kepedulian pada diri sendiri, bukan karena atasan, tim, keluarga, atau teman.
Diri sendiri juga membutuhkannya, karena Anda berhak mendapatkannya sama seperti orang lain, adalah langkah pertama dalam memberdayakan hak Perempuan menuju posisi yang lebih kuat.
Melansir Pink Villa, berikut adalah beberapa tips bagi Perempuan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya sendiri, tanpa rasa bersalah.
1. Luangkan waktu untuk diri sendiri di antara kesibukan Anda
Pastikan untuk meluangkan waktu dari kesibukan Anda dalam pekerjaan dan mengurus keluarga, dan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas atau tugas apa pun yang Anda sukai. Ini juga bisa berarti bermeditasi, bersantai, atau tidak melakukan apapun selama setidaknya satu jam setiap hari.
2. Berhentilah meminta maaf
Jangan meminta maaf karena gagal memenuhi ekspektasi atasan, keluarga, atau teman Anda. Tidak ada manusia yang sempurna, dan Anda tidak harus mengenakan jubah itu setiap saat.
Jangan meremehkan pentingnya memprioritaskan kesehatan Anda sendiri. Memberikan perawatan bisa melelahkan dan juga melelahkan. Cobalah untuk memberikan perawatan dan perhatian yang lembut pada kesehatan Anda sendiri juga.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
