Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 16.40 WIB

Jika Anda Ingin Menjadi Orang yang Lebih Santai, Ucapkan Selamat Tinggal 7 Perilaku Ini, Salah Satunya Menyimpan Dendam

Salah satu kebiasaan yang harus ditinggalkan agar hidup bisa lebih santai adalah menyimpan dendam (freepik) - Image

Salah satu kebiasaan yang harus ditinggalkan agar hidup bisa lebih santai adalah menyimpan dendam (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya menjadi orang yang santai bukan hanya tentang memiliki sikap rileks melainkan tentang menyederhanakan hidup Anda dengan membuang kebiasaan-kebiasaan yang menambah stres yang tidak perlu.

Berubah menjadi pribadi yang santai memerlukan perubahan sadar dalam cara Anda menghadapi tantangan sehari-hari.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas perilaku utama yang harus ditinggalkan jika Anda ingin menjalani kehidupan yang lebih santai dan bebas stres sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Selasa (17/9) sebagai berikut :

  1. Berpikir berlebihan

Salah satu hambatan untuk menjadi orang yang santai adalah terlalu banyak berpikir. Pasalnya berpikir berlebihan adalah kebiasaan yang dapat menguras energi mental dan merampas kemampuan Anda untuk menikmati momen saat ini.

Kita sering terjebak memutar ulang kesalahan masa lalu di kepala kita, mengkhawatirkan masalah masa depan yang tidak mungkin terjadi sehingga bisa menimbulkan stres.

Selain itu, terlalu banyak berpikir jarang menghasilkan hasil positif. Sebaliknya hal itu sering kali mengakibatkan kecemasan, stres dan bahkan insomnia.

Mengucapkan selamat tinggal pada pikiran berlebihan tidak berarti mengabaikan masalah atau kekhawatiran nyata tetapi berfokus pada solusi daripada berkutat pada masalah dan belajar melepaskan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan.

  1. Perfeksionisme

Perilaku lain yang dapat menghalangi Anda bersikap santai adalah perfeksionisme.

Perfeksionisme bukanlah tentang melakukan yang terbaik tetapi tentang menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri dan merasa sengsara ketika Anda tidak memenuhinya.

Namun seiring bertambahnya usia, kita mampu menyadari bahwa kesempurnaan hanyalah ilusi artinya standar yang tidak dapat dicapai yang hanya akan menimbulkan stres dan kecemasan.

  1. Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri

Pembicaraan negatif dengan diri sendiri adalah perilaku lain yang berkaitan erat dengan stres dan kecemasan. Itu adalah suara-suara kecil di kepala Anda yang memberi tahu Anda bahwa Anda tidak cukup baik, tidak cukup pintar atau tidak cukup menarik.

Penelitian di bidang neuroplastisitas telah menunjukkan bahwa otak itu seperti plastik artinya dapat berubah dan beradaptasi. 

Semakin Anda terlibat dalam pembicaraan negatif dengan diri sendiri maka semakin otak Anda mulai mempercayainya dan memperkuat jalur saraf tersebut.

Sebaliknya, pembicaraan positif dengan diri sendiri dapat mengubah otak Anda untuk berpikir positif dan mengurangi tingkat stres sehingga membuat Anda lebih santai.

  1. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Maraknya media sosial membuat kita mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Pasalnya kebiasaan ini bisa merampas kebahagiaan Anda dan membuat Anda lupa akan pencapaian dan berkat Anda sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore