
Salah satu kebiasaan yang harus ditinggalkan agar hidup bisa lebih santai adalah menyimpan dendam (freepik)
JawaPos.com – Pada dasarnya menjadi orang yang santai bukan hanya tentang memiliki sikap rileks melainkan tentang menyederhanakan hidup Anda dengan membuang kebiasaan-kebiasaan yang menambah stres yang tidak perlu.
Berubah menjadi pribadi yang santai memerlukan perubahan sadar dalam cara Anda menghadapi tantangan sehari-hari.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas perilaku utama yang harus ditinggalkan jika Anda ingin menjalani kehidupan yang lebih santai dan bebas stres sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Selasa (17/9) sebagai berikut :
Salah satu hambatan untuk menjadi orang yang santai adalah terlalu banyak berpikir. Pasalnya berpikir berlebihan adalah kebiasaan yang dapat menguras energi mental dan merampas kemampuan Anda untuk menikmati momen saat ini.
Kita sering terjebak memutar ulang kesalahan masa lalu di kepala kita, mengkhawatirkan masalah masa depan yang tidak mungkin terjadi sehingga bisa menimbulkan stres.
Selain itu, terlalu banyak berpikir jarang menghasilkan hasil positif. Sebaliknya hal itu sering kali mengakibatkan kecemasan, stres dan bahkan insomnia.
Mengucapkan selamat tinggal pada pikiran berlebihan tidak berarti mengabaikan masalah atau kekhawatiran nyata tetapi berfokus pada solusi daripada berkutat pada masalah dan belajar melepaskan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan.
Perilaku lain yang dapat menghalangi Anda bersikap santai adalah perfeksionisme.
Perfeksionisme bukanlah tentang melakukan yang terbaik tetapi tentang menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri dan merasa sengsara ketika Anda tidak memenuhinya.
Namun seiring bertambahnya usia, kita mampu menyadari bahwa kesempurnaan hanyalah ilusi artinya standar yang tidak dapat dicapai yang hanya akan menimbulkan stres dan kecemasan.
Pembicaraan negatif dengan diri sendiri adalah perilaku lain yang berkaitan erat dengan stres dan kecemasan. Itu adalah suara-suara kecil di kepala Anda yang memberi tahu Anda bahwa Anda tidak cukup baik, tidak cukup pintar atau tidak cukup menarik.
Penelitian di bidang neuroplastisitas telah menunjukkan bahwa otak itu seperti plastik artinya dapat berubah dan beradaptasi.
Semakin Anda terlibat dalam pembicaraan negatif dengan diri sendiri maka semakin otak Anda mulai mempercayainya dan memperkuat jalur saraf tersebut.
Sebaliknya, pembicaraan positif dengan diri sendiri dapat mengubah otak Anda untuk berpikir positif dan mengurangi tingkat stres sehingga membuat Anda lebih santai.
Maraknya media sosial membuat kita mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Pasalnya kebiasaan ini bisa merampas kebahagiaan Anda dan membuat Anda lupa akan pencapaian dan berkat Anda sendiri.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
