Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 September 2024 | 01.09 WIB

Jika Anda Benar-benar Ingin Menjadi Orang Baik, Ucapkan Selamat Tinggal pada 5 Perilaku Ini

Ilustrasi orang baik (plukme)

JawaPos.com - Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa kita semua ingin menjadi orang yang lebih baik. Baik itu bersikap lebih baik, lebih bertanggung jawab, atau sekadar mengangkat orang lain alih-alih menjatuhkan mereka, itu adalah sesuatu yang sering kita perjuangkan. Tapi apa artinya menjadi "baik"? Apakah ini tentang mengikuti seperangkat pedoman moral, atau lebih tentang perilaku yang kita pilih untuk dilakukan setiap hari? Hari ini, kami menyelami beberapa kebiasaan umum yang dapat menghambat anda untuk menjadi orang yang anda inginkan. Berikut perilaku yang harus ditinggalkan, dikutip dari hackspirit:

1)Mengkritik orang lain

Mengkritik orang lain adalah perilaku yang lebih merugikan daripada kebaikan. Itu tidak hanya menyakiti orang yang menerimanya, tetapi juga berdampak buruk pada anda. Itu dapat menciptakan lingkungan yang negatif dan dapat menyebabkan harga diri yang rendah pada orang lain. Pertimbangkan, misalnya, seseorang yang terus-menerus menunjukkan kekurangan pada teman atau koleganya. Perilaku ini mungkin membuat mereka merasa superior untuk sesaat, tetapi dalam jangka panjang, hal itu sering kali menyebabkan kebencian dan kurangnya kepercayaan.

Yang terburuk, seperti yang dicatat oleh orang-orang di Psych Central, itu membuat Anda tidak bahagia! Alih-alih mengkritik, cobalah untuk memahami dari mana orang lain itu berasal. Tawarkan umpan balik yang membangun jika perlu, tetapi selalu dari tempat yang baik dan penuh hormat. Menjadi orang baik berarti mengangkat orang lain, bukan meruntuhkannya. Ini tentang menumbuhkan kepositifan dan pemahaman, bukan menyebarkan hal-hal negatif. 

2) Menyimpan dendam

Sesuatu yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun adalah bahwa menyimpan dendam adalah salah satu perilaku paling merusak diri sendiri yang dapat kita nikmati. Saya ingat suatu saat ketika seorang teman dekat saya melakukan sesuatu yang sangat menyakiti saya. Alih-alih membicarakannya, saya menahan rasa sakit dan dendam itu. Dendam yang saya pegang tidak memengaruhi mereka, tetapi itu menghabiskan saya. Itu adalah kehadiran yang konstan dalam pikiran dan emosi saya, mewarnai persepsi saya tentang segala hal lainnya. Hanya ketika saya memutuskan untuk melepaskan dendam itu, saya merasakan kebebasan dan kelegaan.

Saya menyadari bahwa dengan menahan dendam, saya hanya menyakiti diri sendiri. Menjadi orang baik berarti memiliki kemampuan untuk memaafkan. Ini tentang memahami bahwa orang membuat kesalahan dan bersikap ramah untuk memaafkannya. Menyimpan dendam hanya akan menimbulkan kepahitan dan menghalangi kita untuk bergerak maju. Lepaskan dendam itu. Percayalah, Anda akan merasa lebih ringan dan bahagia karenanya. 

3) Tidak bertanggung jawab

Ini yang besar. Saat kita melakukan kesalahan, mudah untuk memainkan permainan menyalahkan dan menuding orang lain. Tetapi dibutuhkan keberanian yang nyata untuk mengatakan, "Saya mengacau. Maafkan aku.” Seperti yang dikatakan Jim Rohn, "Anda harus mengambil tanggung jawab pribadi. Anda tidak dapat mengubah keadaan, musim, atau angin, tetapi Anda dapat mengubah diri Anda sendiri. Itu adalah sesuatu yang harus Anda tanggung.” Alih-alih menghindar dari kesalahan kita, mari kita hadapi langsung, minta maaf jika perlu, dan belajar darinya. Ini adalah perilaku yang tidak hanya membuat kita menjadi orang yang lebih baik tetapi juga mengarah pada pertumbuhan pribadi.

4) Bersikap menghakimi

Kita hidup di dunia yang beragam yang dipenuhi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan pengalaman. Sangat mudah untuk membentuk penilaian berdasarkan perspektif atau keyakinan kita sendiri. Tetapi bersikap menghakimi dapat menciptakan perpecahan dan menumbuhkan kenegatifan Ketika kita menilai orang lain, kita sering gagal memahami pengalaman atau perspektif mereka. 

Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Plus, itu menghalangi kita untuk belajar dan berkembang. Sebaliknya, berusahalah untuk berpikiran terbuka dan pengertian. Rangkullah keragaman di sekitar Anda dan belajarlah darinya. Ingat, setiap orang memiliki perjalanannya masing-masing, dan bukan tempat kita untuk menghakimi mereka karenanya. Menjadi orang baik berarti menerima orang lain apa adanya, tanpa penilaian atau prasangka.

5) Mengabaikan perawatan diri

Yang ini mungkin tampak aneh dalam daftar ini, tetapi sangat penting untuk menjadi orang yang lebih baik. Biar kujelaskan. Dalam upaya kita untuk menjadi orang baik, kita sering lupa untuk menjaga diri kita sendiri. Kami sangat fokus untuk membantu orang lain sehingga kami mengabaikan kebutuhan dan kesejahteraan kami sendiri. Tapi kita tidak bisa menuangkan dari cangkir kosong. Ketika kita sehat secara fisik, emosional, dan mental, kita lebih siap untuk membantu orang lain. Kami lebih sabar, pengertian, dan welas asih. Menjadi orang baik juga berarti bersikap baik pada diri sendiri. Ini bisa sesederhana meluangkan beberapa menit setiap hari untuk bersantai dan merenung, atau memastikan Anda makan dengan baik dan cukup tidur.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore