Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 September 2024 | 14.50 WIB

Bercanda Tapi Sedikit Menyinggung, Inilah 3 Karakteristik Orang yang Melakukan Sarkasme Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang melakukan sarkasme. (Freepik.com/stockking) - Image

Ilustrasi orang yang melakukan sarkasme. (Freepik.com/stockking)

JawaPos.com - Bercanda tapi sedikit menyinggung, itulah tanda dari orang yang gemar melakukan sarkasme dalam gaya komunikasi mereka untuk mengungkapkan kritik tapi dengan cara humoris.

Mengutip dari laman Dokter Sehat, contoh ucapan sarkasme adalah "kamu pasti sangat sibuk hingga tidak sempat membersihkan kamar" padahal maksud sebenarnya adalah "kamu sangat sangat malas untuk membersihkan kamar yang berantakan dan kotor".

Kalimat sarkasme memiliki arti terselubung, mode satir, dengan maksud tertentu tergantung konteksnya. Dengan tujuan agar si pendengar merasa tersinggung atau peka tanpa merasa tersakiti.

Meskipun sebuah penelitian mengungkapkan orang yang melakukan sarkasme berpikir ucapan mereka tak menyakiti orang lain, tapi korbannya kerap berpikir bahwa itu cukup menyakitkan.

Melansir dari laman Psychology Today, inilah 3 karakteristik orang yang melakukan sarkasme menurut psikologi, diantaranya adalah:

Baca Juga: Orang yang Menggunakan Sarkasme untuk Menyembunyikan Perasaan Mereka yang Sebenarnya Sering Menampilkan Perilaku Ini

1. Bersifat Pasif Agresif

Mereka yang melakukan sarkasme cenderung bersifat pasif agresif karena memilih "diam" dan tidak diskusi membicarakan masalah secara langsung, bahkan lebih memilih untuk menyinggungnya melalui bercanda.

Jika perilaku ini terus dibiarkan, maka bisa memperparah suatu hubungan baik itu dalam lingkup keluarga, pekerjaan, atau asmara. Solusinya adalah dengan memperbaiki gaya komunikasi dan jangan membiarkan masalah hingga berlarut-larut.

2. Tidak Memiliki Kemampuan untuk Mengungkapkan Emosi

Orang yang melakukan sarkasme pada faktanya tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan sebuah emosi, khususnya emosi negatif. Ketika ia kesal, marah, atau kecewa, lebih memilih untuk mengungkapkannya secara tidak langsung.

Alasannya bisa beragam, ada yang karena tidak mau menyakiti orang lain, agar terlihat seperti "bercanda", atau ingin mengungkapkan rasa jijik dengan cara aman.

Baca Juga: PDIP Sebut Pernyataan Hugua Soal Melegalkan Politik Uang Sarkasme

3. Pesimis dan Rendah Diri

Orang yang sarkasme, secara alami mengarah pada kecemburuan terhadap orang lain sehingga menimbulkan kritik serta penghinaan tapi dikemas dalam komunikasi yang terlihat humoris itu.

Sehingga, mungkin orang yang peka akan langsung merasa tidak nyaman dan merasa tersinggung atas ucapan humorisnya.

Perilaku sarkasme juga akan memberikan efek psikologis bagi korban, seperti menyakiti hati orang lain, merusak hubungan, dan misinterpretasi.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore