Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2024 | 23.40 WIB

Berisiko Tingkatkan Penyakit Jantung Anak Muda, 8 Gaya Hidup Ini Perlu Dikurangi Kaula Muda Agar Tetap Bugar

Berisiko Tingkatkan Penyakit Jantung Anak Muda, 8 Gaya Hidup Ini Perlu Dikurangi Kaula Muda Agar Tetap Bugar. (Freepik) - Image

Berisiko Tingkatkan Penyakit Jantung Anak Muda, 8 Gaya Hidup Ini Perlu Dikurangi Kaula Muda Agar Tetap Bugar. (Freepik)

JawaPos.com - Resiko gangguan kesehatan jantung bisa mengancam berbagai generasi, baik pada generasi tua atau pada anak muda yang masih nampak bugar sekalipun.

Gangguan jantung bisa beresiko pada anak-anak muda dengan rentang usia 35 hingga 55 tahun. Resiko gangguan jantung pada anak muda dapat dipicu dari berbagai gaya hidup yang tidak sehat.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDA) pada 2018 yang dikutip dari laman Rumah Sakit St.Carolus, jumlah penderita penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat.

Bahkan dalam berbagai penelitian, anak muda juga ikut berkontribusi dalam angka gangguan jantung secara global.

Penyebab gangguan jantung berasal dari berbagai faktor. Selain faktor genetis, ada berbagai gaya hidup yang bisa meningkatkan resiko gangguan jantung pada anak muda.

Kehidupan yang semakin modern menuntut kecepatan dan kepraktisan, pola ini menggeser berbagai gaya hidup yang serba instan pada anak muda. Gaya hidup yang beresiko meningkatkan gangguan jantung masih dapat dicegah sejak dini.

Gaya hidup apa yang meningkatkan resiko gangguan jantung pada anak muda? Laman Heart&Stroke yang dikutip pada Rabu (17/03) menjelaskan sebagai berikut.

Gaya hidup yang dapat meningkatkan gangguan kesehatan jantung

1. Makan-makanan yang tidak sehat

Makan makanan manis yang tinggi gula, tinggi lemak, rendah protein, dan minim serat bisa meningkatkan kandungan kolesterol jahat pada tubuh.

Kolesterol dan tumpukan lemak pada pembuluh darah bisa dapat meningkatkan resiko penyakit stroke dan berbagai penyakit jantung.

2. Kurang olahraga

Aktif berolahraga baik untuk jantung dan otak. Orang yang tidak aktif memiliki resiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dan stroke serta peningkatan resiko diabetes, kanker, dan demensia.

Menjadi aktif membantu jantung, otak, otot, tulang, dan suasana hati. Pelajari olahraga yang cocok untuk keseharian dan kesibukan harian Anda.

3. Berat badan yang tidak sehat

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore