Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 13.30 WIB

5 Cara Menghadapi Orang dengan Kepribadian Mudah Marah, Hindari Perilaku Ini Supaya Tidak Sering Kena Omelan

Ilustrasi orang marah (Freepik/wayhomestudio) - Image

Ilustrasi orang marah (Freepik/wayhomestudio)

JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang yang memiliki kepribadian pemarah sering kali bisa menjadi tantangan tersendiri. Terkadang sikap dan reaksi emosi mereka yang meledak-ledak, kata-kata omelan yang tajam, dan sikap yang konfrontatif dapat membuat kita merasa terpojok dan kebingungan. Namun, menghadapi orang yang mudah marah seperti ini bukanlah hal yang mustahil.

Menghadapi orang yang mudah marah memerlukan kesabaran dan pemahaman. Seringkali, mereka mungkin tidak menyadari dampak negatif dari perilaku mereka terhadap orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara berinteraksi yang aman supaya tidak hanya menjaga ketenangan diri sendiri, tetapi juga meredakan ketegangan.

Dilansir dari laman PsychCentral, terdapat beberapa cara untuk mengetahui bahwa seseorang sedang marah atau merasa agresif. Mereka mungkin mengekspresikan perasaan mereka secara fisik atau memperlihatkannya melalui tindakan dan reaksi mereka.

Ciri-Ciri fisik dari kemarahan meliputi:

· Berkeringat
· Berjalan mondar-mandir
· Rahang yang terkatup
· Tangan yang terkepal
· Wajah yang mengkerut atau cemberut
· Suara yang meninggi
· Gemetar atau bergetar

Perilaku tertentu juga bisa menjadi sinyal kemarahan, seperti:

· Berteriak atau menjerit
· Bersikap cepat marah atau mudah bereaksi
· Memberikan jawaban singkat atau ketus
· Menunjukkan agresi fisik
· Melakukan ledakan emosi secara tiba-tiba
· Menyimpan dendam
· Menggunakan hinaan
· Menunjukkan rasa kesal atau jengkel
· Membuat tuduhan
· Merajuk atau bersedih hati
· Menunjukkan intoleransi
· Beralih ke kekerasan
· Menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Setelah mengetahui ciri ciri orang marah, dengan strategi yang tepat kita bisa mengelola situasi dengan lebih tenang dan efektif. Berikut lima cara menghadapi orang yang memiliki kepribadian mudah marah, serta perilaku yang perlu dihindari agar tidak memicu omelan mereka.

1. Berikan Respons daripada Reaksi

Ketika emosi seseorang memuncak, mudah untuk langsung bersikap defensif. Kita mungkin dengan cepat dan mungkin juga dengan kasar memberi reaksi daripada meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan bagaimana respons kita. Meskipun sulit, mendengarkan, tetap tenang, dan menjaga respon Anda supaya tetap terukur dapat membantu Anda melewati situasi yang bisa membuat stres.

Cobalah hindari menjadi ikutan marah atau gelisah selama interaksi tersebut. Sebaliknya, cobalah untuk merespon dengan empati dan perhatian. Ini akan menunjukkan kepada orang tersebut bahwa Anda mendengar apa yang mereka katakan, memahami sudut pandang mereka, dan mengakui bahwa perasaan mereka valid.

2. Jangan Bawa Omelannya ke Dalam Hati

Meskipun Anda mungkin merasa seperti menerima pelampiasan kemarahan seseorang, hal itu mungkin sebenarnya tidak tentang Anda. Kemarahan bisa dipicu oleh situasi saat ini atau berakar pada hal lain. Kemarahan seseorang mungkin disebabkan oleh sesuatu yang dikatakan orang lain sebelumnya, rapat yang menegangkan di tempat kerja, atau sekadar mengalami hari yang buruk.

Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa orang cenderung tidak merasa kesal oleh suatu situasi ketika mereka tahu bahwa mereka bukan penyebab dari kemarahan orang lain. Ini dapat membantu Anda agar tetap tenang dan menghindari menjadi gelisah untuk lebih mudah menangani perilaku orang lain.

3. Ciptakan Distraksi

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore