Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2024 | 05.27 WIB

Kenali 3 Alasan Psikologis Mengapa Kita Terus-menerus Memikirkan Seseorang

3 alasan mengapa kita terus-menerus memikirkan seseorang (foto: verywellmind.com) - Image

3 alasan mengapa kita terus-menerus memikirkan seseorang (foto: verywellmind.com)

JawaPos.com –  Anda mungkin bertanya-tanya dan merasa keheranan mengapa belakangan ini Anda terus menerus memikirkan satu orang? Jangan bingung! Sebab, fakta psikologis bisa mengungkap alasan dibalik hal tersebut.

Pusaran emosi dan perasaan cinta yang masih baru mungkin dapat membuat Anda sulit fokus pada orang lain selain orang yang Anda sayangi. Kadang-kadang perasaan ini bisa menjadi pengalaman yang positif, meskipun memabukkan.

Namun kenyataannya, ini tidak hanya soal hubungan percintaan, ada lebih dari itu. Dilansir dari werywellmind.com, Rabu (19/6), berikut tiga alasan umum kenapa kita terus-menerus memikirkan seseorang.

1. Ketertarikan

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin menyadari bahwa Anda benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan tentang seseorang karena Anda tertarik padanya.

Ada banyak jenis ketertarikan, ini mungkin berasal dari ketertarikan romantis, fisik , seksual, emosional, atau bahkan ketertarika secara  intelektual terhadap orang tersebut. 

2. Keterikatan

Keterikatan juga dapat menyebabkan Anda memikirkan orang lain. Hal ini bisa terjadi dalam hubungan dekat, seperti persahabatan atau hubungan romantis yang Anda jalin.

Kendati demikian, fenomena ini bisa juga terjadi pada jenis hubungan lainnya. Anda mungkin merasa sangat terikat dengan atasan, mentor, guru, atau bahkan selebriti yanv bahkan belum pernah Anda temui.

Keterikatan emosional ini penting untuk kesejahteraan mental. Namun terkadang, keterikatan ini tidak sehat—atau bahkan beracun. Dalam kasus seperti itu, hal-hal tersebut dapat menyebabkan kecemasan, rasa tidak aman, harga diri rendah , dan pemikiran obsesif. 

Masalah dengan keterikatan, seperti memiliki gaya keterikatan yang cemas atau sibuk juga dapat menyebabkan rasa tidak aman yang besar dalam hubungan. Orang yang mengalami kecemasan akan keterikatan mungkin menghabiskan banyak waktu memikirkan hubungan mereka dan mencari kepastian dari orang lain. 

3. Gejala masalah kesehatan mental

Pikiran obsesif yang berpusat pada satu individu terkadang berasal dari gejala kesehatan mental yang tidak terselesaikan atau tidak diobati. Pemikiran seperti ini mungkin dipengaruhi oleh:

•Kecemasan : Perasaan cemas terkadang dapat menyebabkan kekhawatiran atau pikiran mengganggu yang terkait dengan individu tertentu. Misalnya, orang yang menderita gangguan kecemasan umum mungkin mengalami kekhawatiran berlebihan terhadap kesehatan dan keselamatan orang yang dicintai. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore