Zodiak yang melankolis dan sensitif sering menyendiri, ada Virgo sampai Capricorn. (sumber: pixabay)
JawaPos.com – Dalam ilmu psikologi, tempramen merujuk pada aspek-aspek kepribadian yang bersifat bawaan dan cenderung tetap sepanjang hidup seseorang.
Konsep ini telah dipelajari sejak zaman Yunani Kuno, dengan teori empat temperamen yang dikembangkan oleh Hippocrates dan Galen.
Meskipun teori ini telah berkembang seiring waktu, konsep dasar temperamen tetap menjadi bagian penting dalam memahami perilaku manusia.
Berikut adalah penjelasan tentang empat tipe temperamen klasik menurut ilmu psikologi:
Sanguinis adalah individu yang ekstrovert, penuh semangat, optimis, dan sosial. Mereka cenderung ramah, mudah bergaul, dan seringkali menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. Sifat positif seorang Sanguinis adalah mudah beradaptasi, penuh energi dan antusiasme, optimis dan positif, serta berjiwa sosial dan suka berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, sifat negatif seorang Sanguinis adalah cenderung kurang disiplin, terkadang dianggap tidak konsisten, serta mudah bosan dan mencari hiburan terus-menerus.
Koleris adalah individu yang penuh tekad, tegas, dan seringkali memiliki sifat pemimpin. Mereka cenderung berorientasi pada tujuan dan hasil, serta mampu membuat keputusan cepat. Sifat positif seorang koleris diantaranya yaitu berorientasi pada tujuan, tegas dan percaya diri, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta bersemangat dan penuh energi. Sedangkan sifat negatif seorang koleris adalah bisa menjadi keras kepala, cenderung dominan dan suka mengontrol, serta terkadang kurang peka terhadap perasaan orang lain.
Melankolis adalah individu yang cenderung introvert, analitis, dan perfeksionis. Mereka seringkali sangat terorganisir dan memiliki standar yang tinggi, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. Sifat positif seorang melankolis yaitu teliti dan detail oriented, loyal dan dapat diandalkan, analitis, dan berpikir mendalam, serta kreatif dan artistik. Sedangkan sifat negatif seorang melankolis yaitu bisa menjadi terlalu kritis, cenderung pesimis, serta seringkali merasa cemas dan khawatir berlebihan.
Phlegmatis adalah individu yang tenang, sabar, dan damai. Mereka cenderung mudah bergaul dan tidak suka konflik, serta lebih suka lingkungan yang stabil dan harmonis. Sifat positif dari seorang phlegmatis adalah sabar dan toleran, dapat diandalkan dan setia, pendengar yang baik, serta tenang dan stabil. Sedangkan sifat negatif seorang phlegmatis adalah bisa menjadi terlalu pasif, kurang inisiatif, dan cenderung menghindari konfrontasi.
Memahami tipe temperamen manusia dapat membantu kita mengenali kekuatan dan kelemahan bawaan kita sendiri dan orang lain.
Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih efektif dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan berbagai tipe kepribadian.
Meskipun setiap individu unik dan mungkin memiliki campuran berbagai sifat dari keempat temperamen ini, mengetahui dominasi temperamen tertentu dapat menjadi alat yang berguna dalam pengembangan pribadi dan profesional.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
