Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Mei 2024 | 01.37 WIB

Tips Mempersiapkan Toilet Training Anak Sat-Set! Apresiasi Kepada Anak Jadi Modal Utama Keberhasilan

Tips Mempersiapkan Toilet Training Anak Sat-Set! Apresiasi Kepada Anak Jadi Modal Utama. (Sumber gambar: freepik)

 
JawaPos.com - Toilet training merupakan salah satu pencapaian penting dalam perkembangan anak. 
 
Keberhasilan toilet training bergantung pada kematangan fisik, perkembangan, dan perilaku sang anak. Sehingga usia bukan menjadi acuan untuk memulai toilet training. 
 
Banyak anak sudah menunjukkan tanda kesiapan untuk memulai toilet training antara usia 18 dan 24 bulan. Namun, ada pula yang mungkin belum siap sampai mereka berusia 3 tahun. 
 
 
Tidak perlu terburu-buru. Jika dimulai terlalu dini, justru toilet training akan memakan waktu yang lebih lama.
 
Dilansir dari laman Mayo Clinic pada Rabu (29/05), berikut ini tips untuk memulai toilet training pada anak.
 
Keterampilan dasar sebelum memulai toilet training
 
Sebelum memulai toilet training, perhatikan hal-hal dasar yang harus dikuasai anak terlebih dahulu. Adapun dasar-dasar yang harus dikuasai anak diantaranya:
 
 
1. Anak sudah bisa jalan, duduk, atau jongkok di toilet.
2. Anak sudah bisa melepas dan menggunakan celananya.
3. Anak bisa mengontrol pipisnya hingga 2 jam.
4. Anak sudah memahami instruksi sederhana.
5. Anak sudah bisa berkomunikasi tentang apa yang ia kehendaki.
 
Jika dasar-dasar keterampilan tersebut sudah banyak dikuasai anak, tandanya anak sudah siap menjalani toilet training.
 
Tips memulai toilet training
 
1. Pilih kata untuk instruksi
 
Pilih kata-kata yang dimengerti anak dan gunakan secara konsisten agar anak mudah memahami instruksi.
 
 
Misalnya, "Mau pipis?" atau "Udah kebelet poop?". Anak-anak akan memahami jika pertanyaan tersebut adalah sebuah pertanda untuk dirinya mempersiapkan diri untuk ke toilet.
 
2. Siapkan peralatan
 
Siapkan kursi potty training (pispot anak) duduk ataupun jongkok di kamar mandi. Alat ini sangat membantu anak untuk memulai proses toilet training secara aman.
 
Izinkan anak untuk membersihkan kotorannya sendiri dengan flush ataupun dengan bantuan tangannya. Awasi selama awal proses memulai.
 
 
3. Latih anak terbiasa di kursi potty training
 
Ajak anak duduk ataupun jongkok (sesuai jenis potty training) di kursi potty training tanpa popoknya setiap 2 jam.
 
Lakukan ini saat pagi hari dan setelah anak bangun siang. Sesekali berikan pujian kepada anak karena telah mau mencoba.
 
4. Bawa anak ke toilet saat anak sudah menunjukan tanda akan buang air
 
Jika anak-anak memberikan sinyal 'kebelet' untuk buang air, segera bawa anak ke kamar mandi dan posisikan anak di kursi potty training.
 
 
Awasi anak sembari berikan pengertian, anak harus belajar untuk segera ke kamar mandi jika mulai merasakan tanda-tanda akan buang air.
 
5. Jelaskan tentang kebersihan
 
Jelaskan pada anak bagaimana membersihkan kemaluannya setelah buang air.
 
Siram air (atau sesuaikan dengan kultur masing-masing) dan basuh area genital dari arah depan ke belakang. Pastikan anak mencuci tangan setelah buang air.
 
 
6. Mulai mengganti popok ke celana
 
Apabila popok anak mulai terpantau kering meski sudah 2 jam, mungkin bisa dimulai untuk beralih menggunakan celana biasa.
 
Berikan apresiasi kepada anak sebagai bentuk keberhasilan dirinya dalam menjalani toilet training.
 
Memulai toilet training pada anak membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan dari orang tua. 
 
 
Dengan mengikuti langkah-langkah yang ada, orang tua dapat membantu anak mencapai kemandirian dalam toilet training.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore