Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Maret 2024 | 22.35 WIB

Waspada! Ini 8 Ciri Orang Manipulatif dan Bermuka Dua, Salah Satunya Sering Tidak Memenuhi Janji

Ilustrasi orang yang bermuka dua. ( freepik/cookie_studio)



JawaPos.com - Orang yang bermuka dua adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak tulus atau tidak jujur dalam perilaku mereka.

Mereka seringkali menunjukkan dua sisi yang berbeda tergantung pada situasi atau orang yang mereka hadapi. Orang-orang seperti ini harus segera dihindari agar tidak membawa pengaruh buruk pada Anda.

Mengenali tanda-tanda orang yang bermuka dua, dapat membantu Anda dalam berinteraksi dengan lebih bijaksana dan menghindari potensi masalah dalam hubungan.

Oleh karena itu, simak beberapa tanda khas yang dapat membantu Anda untum mengidentifikasi orang yang bermuka dua dan manipulatif.

Dilansir dari Verywell Mind pada Jumat (29/3), terdapat 8 ciri-ciri yang mengindikasikan bahwa seseorang bermuka dua, dimana hal ini tentu dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mengenali individu semacam ini.


1. Sikap tidak konsisten

Tidak konsistenan mengacu pada perilaku di mana seseorang tidak dapat diandalkan atau tidak konsisten dalam hubungan sosial.

Orang yang bermuka dua atau palsu cenderung hanya muncul ketika mereka membutuhkan sesuatu dari Anda, tetapi tidak ada  untuk Anda saat Anda membutuhkan bantuan dari mereka.

Mereka akan menghilang atau memberikan alasan yang tidak meyakinkan saat Anda membutuhkan dukungan atau perhatian dari mereka.

Dalam konteks hubungan persahabatan, perilaku ini dapat menunjukkan ketidakjujuran dan kurangnya kesetiaan, karena teman sejati seharusnya ada di samping Anda baik dalam suka maupun duka.

2. Perlakuan yang tidak seimbang

Ketidakseimbangan merujuk pada ketidakadilan atau ketidaksetaraan dalam suatu hubungan atau interaksi.

Dalam konteks ini, hal ini mengacu pada situasi di mana hubungan Anda dengan seseorang terasa tidak seimbang atau tidak adil.

Misalnya, ketika Anda berinteraksi dengan mereka, percakapan atau perhatian cenderung hanya berpusat pada mereka, kehidupan mereka, dan pendapat mereka.

Mereka tidak menunjukkan minat yang sama terhadap Anda atau apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Ini membuat Anda merasa bahwa hubungan tersebut tidak seimbang karena fokus hanya pada satu pihak.

Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak harus memberikan perhatian dan mendengarkan satu sama lain dengan adil, sehingga adanya ketidakseimbangan seperti ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kekurangan dalam interaksi tersebut.

Baca Juga: Jangan Gampang Percaya! Ini 6 Perilaku Orang yang Suka Menipu dan Manipulatif, Sosoknya Pintar Cari Muka

3. Pengkhianatan seperti menyebarkan rahasia Anda

Pengkhianatan adalah tindakan tidak setia atau melanggar kepercayaan yang telah diberikan. Dalam konteks ini, pengkhianatan merujuk pada perilaku seseorang yang tidak mempertahankan loyalitas terhadap Anda dalam hubungan atau interaksi.

Ini bisa berupa membagikan rahasia atau informasi pribadi yang Anda percayakan kepada mereka kepada orang lain tanpa izin Anda.

Selain itu, mereka mungkin juga berbicara buruk tentang Anda di belakang Anda, tanpa kehadiran Anda, yang bisa menyebabkan cedera emosional dan sosial.

Lebih lanjut lagi, mereka bahkan bisa menyebarkan desas-desus atau informasi palsu tentang Anda, yang dapat merusak reputasi dan kredibilitas Anda.

Pengkhianatan seperti ini dapat menyebabkan keretakan dalam hubungan dan merusak kepercayaan yang telah dibangun, serta meningkatkan rasa tidak aman dan ketidaknyamanan.

4. Tidak memperlakukan Anda dengan hormat

Dalam konteks ini, hal ini mengacu pada tindakan seseorang yang mengabaikan, meremehkan, mengejek, atau merendahkan Anda di hadapan orang lain.

Misalnya, mereka mengabaikan pendapat atau ide Anda, merendahkan keberhasilan atau kontribusi Anda, mengejek atau mengolok-olok Anda, atau bahkan melakukan tindakan yang membuat Anda merasa malu atau dihina di depan orang lain.

Tindakan seperti ini tidak hanya merusak hubungan Anda dengan individu tersebut, tetapi juga dapat merusak harga diri dan kesejahteraan emosional Anda.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Pasangan yang Manipulatif, Jangan Terpengaruh!

5. Komentar buruk berkedok ingin membantu Anda

Orang tersebut akan mengabaikan perasaan Anda dengan mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti Anda, tetapi kemudian mengklaim bahwa mereka melakukan itu untuk membantu Anda.

Misalnya, mereka memberi komentar yang menyakitkan tentang penampilan Anda, seperti mengatakan bahwa Anda terlihat buruk dengan pakaian tertentu, dan kemudian mencoba mengatasinya dengan alasan bahwa mereka hanya ingin jujur atau ingin membantu Anda agar Anda tidak mali di hadapan publik.

Namun, komentar semacam itu sebenarnya dapat menyebabkan rasa sakit atau kerentanan emosional pada Anda, sebaliknya, komentar seperti itu malah tidak  membantu Anda.

Jadi, penting untuk memperhatikan bagaimana kata dan tindakan kita dapat memengaruhi perasaan orang lain, dan berusaha untuk berkomunikasi dengan memikirkan hal yang sensitifdan berdasarkan empati.

6. Iri atas pencapaian Anda dan mencoba bersaing dengan Anda

Rasa iri adalah perasaan tidak nyaman atau ketidakpuasan yang muncul ketika seseorang merasa terancam atau cemburu terhadap kesuksesan, prestasi, atau kebahagiaan orang lain.

Alih-alih merayakan atau mendukung pencapaian Anda, mereka mencoba untuk meremehkan atau mengecilkan arti dari pencapaian tersebut.

Bahkan, mereka mencoba untuk bersaing dengan Anda atau mengalihkan perhatian dari Anda agar tidak mendapatkan pujian atau pengakuan yang layak.

Baca Juga: Simak 8 Tanda dan Penyebab Toxic People, Manipulatif hingga Rendah Empati: Apakah Kamu Salah Satunya ?

7. Melanggar batas secara terus menerus

Melanggar batas berarti seseorang secara terus-menerus tidak menghormati atau mengabaikan batasan yang Anda tetapkan.

Ini bisa berupa batasan fisik seperti ruang pribadi Anda, batasan privasi seperti informasi pribadi Anda, atau batasan emosional seperti perasaan atau batasan yang Anda nyatakan kepada mereka.

Contohnya, mereka seringkali menyerobot masuk ke ruang pribadi Anda tanpa izin, dimana ini melanggar privasi Anda dengan mencampuri urusan pribadi Anda, atau mengabaikan perasaan atau kebutuhan Anda yang telah Anda sampaikan kepada mereka.

Melanggar batas semacam itu bisa membuat Anda merasa tidak dihormati atau tidak aman dalam hubungan, dan bisa merusak kepercayaan dan kualitas hubungan Anda dengan mereka.

Baca Juga: Simak 8 Tanda dan Penyebab Toxic People, Manipulatif hingga Rendah Empati: Apakah Kamu Salah Satunya ?

8. Tidak memenuhi janji

Ini merujuk pada sifat seseorang yang tidak dapat diandalkan atau tidak konsisten dalam menjaga janji atau komitmen.

Orang tersebut seringkali tidak memenuhi janji-janji yang telah mereka buat kepada Anda. Anda mungkin merasa sulit untuk mengandalkan mereka untuk melakukan sesuatu, karena mereka seringkali tidak memenuhi janji mereka.

Misalnya, mereka mungkin membuat rencana atau janji untuk bertemu dengan Anda, tetapi kemudian tidak bisa mengikutinya dan meninggalkan Anda menunggu atau merasa diabaikan.

Mereka juga mungkin berjanji untuk membantu Anda dengan sesuatu, tetapi pada menit terakhir mereka mengecewakan dan tidak menepati janji mereka, sehingga membuat Anda merasa kecewa.

Dalam hubungan interpersonal, ketidakandalan seperti ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan keraguan terhadap seseorang, serta mengganggu kualitas hubungan.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore