Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 22.05 WIB

Perilaku Orang Tua yang Menyebabkan Anak Menjadi Tukang Bully, Simak Apa Saja Perilakunya dan Solusinya di Sini!

Ilustrasi seorang anak perempuan yang bersedih karena dimarahi orang tuanya./ (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak perempuan yang bersedih karena dimarahi orang tuanya./ (Freepik)

JawaPos.com – Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang berupa kekerasan fisik, verbal, atau emosional yang dilakukan secara berulang-ulang. Sebagai orangtua, tentu Anda tidak ingin anak Anda menjadi pelaku bullying.

Namun, tahukah Anda bahwa perilaku Anda sendiri bisa mempengaruhi kecenderungan anak untuk melakukan bullying?

Ya, pola asuh orang tua ternyata berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk perilaku bullying.

Menurut penelitian yang dilansir dari kidshealth.org, Selasa (20/2), ada beberapa perilaku orang tua yang bisa menyebabkan anak menjadi tukang bully, antara lain:

1. Menggunakan kekerasan dan intimidasi

Orang tua yang bersikap otoriter, keras, dan menuntut terhadap anak bisa membuat anak merasa tertekan, takut, dan marah.

Anak kemudian melampiaskan emosinya pada orang lain yang lebih lemah darinya, seperti teman sebaya atau adiknya. Anak juga belajar bahwa kekerasan dan intimidasi adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Mengabaikan dan tidak memberikan perhatian

Orang tua yang cuek, tidak peduli, dan tidak memberikan kasih sayang kepada anak bisa membuat anak merasa tidak dihargai, tidak dicintai, dan tidak penting.

Hal tersebut membuat anak cenderung mencari perhatian dengan cara yang salah, yaitu dengan menyakiti orang lain. Anak juga tidak memiliki aturan dan panduan yang jelas tentang perilaku yang benar dan salah.

3. Mengomentari dan mengejek fisik atau penampilan anak

Orang tua yang sering mengkritik, menghina, atau mengejek fisik atau penampilan anak bisa membuat anak merasa tidak percaya diri, malu, dan rendah diri.

Anak dapat meniru perilaku orang tua dengan mengomentari dan mengejek fisik atau penampilan orang lain. Anak juga merasa bahwa fisik atau penampilan adalah hal yang penting dan menentukan nilai seseorang.

4. Menuntut anak sesuai standar yang tinggi dan tidak realistis

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore