
Ilustrasi seorang perempuan yang memiliki beragam kepribadian.
JawaPos.com - Pernakah merasa memiliki beragam kepribadian dalam diri Anda? Dalam kondisi tersebut mungkin Anda sedang mengalami variabilitas kepribadian. Variabilitas kepribadian merupakan sifat berbeda yang dimiliki oleh suatu individu.
Dilansir dari Psychology Today, kepribadian dalam diri manusia mempengaruhi kehidupan dalam banyak cara. Kepribadian merupakan kombinasi antara sikap, sifat, pola, pikir, emosi, serta nilai-nilai yang dimiliki suatu individu.
Pembahasan kepribadian biasanya hanya terfokus pada karakteristik kepribadian yang berbeda-beda pada setiap orang. Padahal terdapat satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk dipelajari yaitu kepribadian yang tidak stabil.
Kepribadian yang anda miliki tidaklah stabil seperti yang anda bayangkan atau pikirkan. Faktanya, kepribadian dalam diri seseorang sangat bervariasi. Keadaan ini dinamakan variabilitas kepribdadian.
Contoh sederhana dari variabilitas kepribadian saat Anda menunda-nunda pekerjaan padahal sebelumnya adalah orang yang bersemangat, pada saat berada di situasi ini Anda mungkin mengalami penurunan kesadaran untuk sementara.
Contoh lainnya adalah ketika Anda yang biasanya suka menghabiskan waktu di luar pada malam hari, namun tiba-tiba di malam itu Anda tidak tertarik melakukannya. Keduanya merupakan contoh bahwa terkadang kepribadian manusia bisa tidak stabil.
Konsep variabilitas kepribadian digambarkan sebagai kepribadian yang bervariasi seiring waktu dan situasi. Jadi periode dan sebuah keadaan bisa mempengaruhi bagaimana kepribadian suatu individu.
Di sisi lain, tidak semua orang mengalami kondisi ini di angka yang sama. Beberapa orang mengalami lebih banyak variabilitas kepribadian dibanding lainnya.
Cobalah untuk mengamati orang-orang di sekitarmu. Tidak semua orang bisa konsisten dengan berbagai situasi. Terkadang mereka menyesuaikan perilaku mereka sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Seperti bunglon yang berubah warna untuk menyamarkan dirinya.
Sementara itu, orang-orang yang jarang mengalami variabilitas kepribadian biasanya bertindak konsistem dalam berbagai situasi. Mereka tetap stabil dan sama.
Pada penilitihan terbaru Psychology Today dalam Journal of Applied Psychology yang meneliti tentang bagaimana variablilitas kepribadian berhubungan dengan kinerja karyawan. Pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah apakah variabilitas kepribadian bermanfaat atau tidak?
Hasil studi tersebut mengungkapkan bahwa karyawan memandang variabilitas kepribadian bermanfaat bagi kinerja mereka.
Hal tersebut menggambarkan mereka memiliki kemampuan beradaptasi dalam perilaku kerja sehari-hari. Kondisi ini dapat membantu mereka dalam pekerjaan yang dijalani.
Namun ternyata tidak semua pekerja mengalami hal yang sama. Karyawan yang memiliki sifat lebih adaptif mendapatkan dampak yang berbeda dari karyawan yang memiliki sifat sebaliknya.
Lebih adaptif merupakan sifat yang memiliki emosi stabil, mudah percaya, dan berpikiran terbuka. Sedangkan karyawan yang memiliki sifat kurang adaptif ditandai dengan ketidakstabilan emosi, ketidakpercayaan dan pikiran tertutup.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
