Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 01.14 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap 1 dari 2 Gen Z Alami Kecemasan Setiap Hari, Ternyata Ini Penyebab Utamanya!

Banyak Gen Z Alami gangguan kecemasan, salah satu penyebabnya overthinking akan masa depan. (Pexels/Andrea Piacquadio)

JawaPos.com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Perusahaan manajemen data kesehatan Harmony Healthcare IT mengungkapkan bahwa, Gen Z atau orang yang kini berusia 18 hingga 26 tahun sedang berjuang melawan gangguan kecemasan.

Survei itu melibatkan kurang lebihnya 1000 orang yang merupakan Gen Z, untuk menanyakan apa dan siapa yang menyebabkan mereka memiliki pikiran atau gangguan kecemasan. Hasilnya, 1 dari 2 orang Gen Z berjuang untuk melawan kecemasan setiap harinya.

Melansir dari Harmony Healthcare IT, ada lima penyebab utama gangguan kecemasan pada Gen Z. Penyebab paling umum adalah karena memikirkan masa depan, keuangan, pekerjaan, aktivitas sosial, hingga masalah hubungan baik keluarga maupun percintaan.

Meski banyak orang yang mengalaminya, namun rasa cemas berlebihan ini bisa membuat mereka terisolasi. Lebih dari separuh (54%) Gen Z mengatakan kecemasan mereka semakin parah pada satu tahun yang lalu, tepatnya pada 2023.

Menurut survey tersebut, banyak Gen Z mengalihkannya kecemasan mereka dengan mengkonsumsi makanan berlebihan, menggunakan vape bahkan yang paling buruk adalah dengan meminum alkohol dan menggunakan zat-zat seperti ganja.

1 dari 3 lainnya mengkonsumsi obat kecemasan untuk mencoba meredakannya. Namun, ada pula yang beralih ke obat-obatan lain atau alkohol untuk mengatasi gangguan cemas tersebut.

Selain makanan, Gen Z juga mengaku menggunakan media sosial atau doom scrolling secara berlebihan saat mencoba mengatasi kecemasan. Sebanyak 96% Gen Z menggunakan media sosial, seperti YouTube, Instagram, TikTok, Reddit, dan Snapchat.

Lebih lanjut, hampir 3 dari 4 orang merasa cemas saat melakukan panggilan atau berbicara di telepon. Namun, Gen Z juga tidak bisa jauh dari ponsel. Hampir 3 dari orang merasa panik saat baterai ponsel mereka hampir habis atau internet tidak berfungsi.

Mereka menyebut adanya peningkatan detak jantung, berkeringat, dan merasa gelisa apabila tidak dapat menggunakan ponselnya.

Rata-rata, Gen Z yang mengalami gangguan kecemasan mulai mengkonsumsi obat pada usia 19 tahun. Selain pengobatan, banyak orang yang melakukan mekanisme penanggulangan untuk mencoba dan memperbaiki pikiran cemas mereka.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore