
ILUSTRASI: Masalah kulit. (Pexels)
JawaPos.com – Perusahaan teknologi produk kecantikan, PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) melakukan penelitian genom kulit dan mengungkap 11 masalah kulit utama yang spesifik paling sering dialami orang Indonesia.
“Skin genomic research (penelitian genom kulit) merupakan penelitian yang kompleks, di Indonesia, penelitian ini merupakan penelitian genomik pertama pada kulit masyarakat Indonesia dengan skala besar,” terang Global Group Head Brand Development ParagonCorp, Alif Kartika pada Minggu (17/12).
Dikutip dari Antara, penelitian itu dilakukan dengan menggunakan 515 subjek, yang terdiri dari 150 pria dan 365 wanita.
Mereka berasal dari delapan kelompok etnik terbesar di Indonesia, yaitu Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Penelitian genom kulit mengeksplorasi DNA, gen, dan variasi genetik yang terkait dengan karakteristik, fungsi, dan kondisi kulit.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, mereka menemukan bahwa permasalahan kulit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia, di antaranya pembesaran pori (cheek sebaceous pores), garis lipatan leher (horizontal neck folds), dan garis senyum (nasolabial folds).
Tak hanya itu, ParagonCorp juga mengidentifikasi permasalahan kulit, seperti kantung mata, kerutan dahi, kerutan intraokular, bintik pigmen, leher kendur, kerutan bawah mata, kerutan sudut bibir, dan lipatan nasolabial.
Melalui temuan ini diharapkan dapat memberi pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme genetik penuaan kulit dan keragaman genetik di berbagai etnis di Indonesia.
Selain itu, dapat juga memungkinkan bisnis kecantikan untuk menciptakan produk yang sesuai dengan masalah-masalah tersebut ke depannya.
“Dengan menganalisis variasi genetik individu, penciptaan produk-produk perawatan kulit akan dapat sesuai dengan kebutuhan kulit di Indonesia yang beragam, dengan menyesuaikan rutinitas perawatan kulit berdasarkan profil genetik seseorang dapat mengoptimalkan efektivitas dan memenuhi kebutuhan kulit yang spesifik,” jelas salah satu tim peneliti, dr. Riris Asti Respati Sp.DV.
Sejak tahun 2021, ParagonCorp telah melakukan studi tersebut dan berkolaborasi dengan ahli genom dan sejumlah dermatolog.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
