
Menikmati nasi hainam yang disajikan di dalam claypot menjadi sensasi rasa terseindiri. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com-Di tengah tren kedai kopi modern yang serba instan dan minimalis, pengalaman menikmati minuman dan hidangan hangat dengan cara tradisional justru menghadirkan sensasi berbeda.
Itulah yang ditawarkan AH PEK Kopitiam Tanjung Duren lewat penyajian kopi, teh, dan nasi hainam menggunakan claypot, yang merupakan signature style mereka.
Menurut Marketing Communication AH PEK Kopitiam Arvin Ega, penggunaan claypot bukan sekadar konsep visual. “Kami ingin menghadirkan rasa yang benar-benar autentik,” ujarnya. Bukan sekadar gimmick, penggunaan claypot atau periuk tanah liat ini benar-benar memengaruhi rasa. Berbeda dengan penyeduhan menggunakan mesin atau panci logam biasa, claypot menjaga suhu tetap stabil dan panas lebih lama.
“Teknik slow cooking membuat karakter rasa lebih keluar,” kata Arvin. Hasilnya, kopi dan teh memiliki karakter rasa yang lebih pekat, aromanya lebih kuat, dan hangatnya terasa meresap hingga tegukan terakhir.
Menyeruput kopi dari claypot memberikan sensasi yang unik. Proses pemanasan perlahan di atas tungku membuat ekstraksi berlangsung lebih merata. “Aromanya lebih tajam, body-nya juga terasa lebih tebal,” jelas Arvin.
Hal serupa juga berlaku untuk teh. Diseduh dan dipanaskan dalam claypot, teh menghadirkan wangi yang lebih dalam dengan rasa yang tidak mudah pahit. “Suhu yang stabil itu kuncinya,” tambahnya. Suhu yang konsisten membuat karakter daun teh keluar maksimal tanpa overcooked.
Pengalaman ini tidak harus dinikmati di Malaysia atau Singapura. Di Indonesia pun, sensasi autentik tersebut bisa dirasakan, menghadirkan nuansa kopitiam klasik Asia Tenggara di tengah hiruk-pikuk kota.
Tak hanya minuman, nasi hainam yang disajikan dalam claypot juga menawarkan pengalaman berbeda. “Panasnya lebih awet, jadi nasi tetap pulen,” ungkap Arvin. Aroma kaldu ayam yang meresap pada nasi terasa lebih intens karena proses pemanasan perlahan dalam wadah tanah liat.
Ketika tutup claypot dibuka, uap hangat yang keluar membawa wangi gurih yang langsung menggugah selera. Tekstur nasi pun lebih lembut dengan lapisan kerak tipis di bagian bawah yang justru menambah sensasi rasa.
Menariknya, claypot yang digunakan diimpor langsung dari Malaysia. “Kami sudah coba produksi lokal, tapi belum sekuat yang dari Malaysia,” kata Arvin. Alasannya sederhana: kualitas tanah liat dan proses pembuatannya dinilai lebih tahan terhadap panas tinggi dan penggunaan berulang.
Bagi mereka, pengalaman menikmati kopi, teh, atau nasi hainam dalam claypot bukan hanya soal rasa, tetapi juga suasana. “Kami ingin orang datang bukan cuma untuk makan, tapi merasakan experience-nya,” tutur Arvin.
Sensasi uap yang mengepul, aroma yang menyeruak, hingga suara lembut saat sendok menyentuh periuk tanah liat menciptakan momen yang lebih intim. Di tengah gaya hidup serba cepat, menikmati sajian hangat dari claypot menjadi cara sederhana untuk memperlambat waktu sejenak, menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih berkesan. (*)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
