Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 01.31 WIB

Konsumsi Teh Lebih Aman Bagi Perempuan Menopause, Inilah Penjelasannya

ilustrasi orang yang minum teh herbal. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang minum teh herbal. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Efek mengkonsumsi dua jenis minuman kopi dan teh kepada kesehatan terus dijadikan bahan penelitian dan diperbandingkan. Yang terbaru adalah dampak kopi dan teh kepada kepadatan tulang kelompok lanjut usia.   

Dikutip dari Antara Selasa (8/9) peneliti Universitas Flinders dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients melaporkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tinggi mungkin berkaitan dengan kepadatan mineral tulang (BMD) yang lebih rendah pada wanita lanjut usia pascamenopause.

Para ilmuwan menganalisis konsumsi kopi dan teh pada 9.704 perempuan berusia 65 tahun ke atas selama 10 tahun. Mereka juga mengukur BMD pada leher femur dan pinggul. Atau dua area yang rentan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

Menurut siaran New York Post pada Sabtu (5/9), konsumsi teh dikaitkan dengan BMD pinggul total yang lebih tinggi. Sebaliknya, konsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari dikaitkan dengan BMD yang lebih rendah. Konsumsi kopi dua hingga tiga cangkir sehari tidak menunjukkan kaitan dengan dampak negatif pada kesehatan tulang.

Penelitian juga menemukan bahwa hubungan kopi dengan BMD leher femur yang lebih rendah lebih terlihat pada wanita dengan konsumsi alkohol lebih tinggi. Sementara itu, kaitan positif antara konsumsi teh dan kepadatan tulang lebih menonjol pada wanita dengan obesitas.

Para peneliti menyebut osteoporosis sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Sekitar satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria berusia 50 tahun ke atas di seluruh dunia mengalami patah tulang terkait osteoporosis. Risiko pada perempuan meningkat setelah menopause karena kehilangan massa tulang berlangsung lebih cepat.

Salah satu penulis studi, Ryan Liu, mengatakan kandungan katekin dalam teh dapat mendukung pembentukan tulang sekaligus memperlambat kerusakannya."Sebaliknya, kandungan kafein dalam kopi telah terbukti dalam studi laboratorium mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, meskipun efek ini kecil dan dapat diimbangi dengan menambahkan susu," kata Liu.

Namun, Liu menegaskan penelitian tersebut tidak menganjurkan konsumsi kopi maupun teh dalam jumlah besar. "Tetapi hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi teh dalam jumlah sedang dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan tulang dan bahwa asupan kopi yang sangat tinggi mungkin tidak ideal, terutama untuk perempuan yang mengonsumsi alkohol," tambahnya.

Ahli diet terdaftar sekaligus profesor adjunkt nutrisi di Universitas New York, Lisa Young, mengatakan temuan tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore