
seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/freepik
JawaPos.com - Tidak semua orang yang terlihat baik-baik saja benar-benar merasa utuh di dalam.
Ada sebagian individu yang menjalani hari-harinya tanpa memiliki teman dekat—seseorang yang benar-benar bisa dipercaya untuk berbagi cerita, emosi, dan kerentanan.
Menariknya, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh orang tersebut maupun lingkungannya.
Dalam psikologi, hubungan pertemanan yang dekat berperan penting bagi kesehatan mental, regulasi emosi, dan rasa aman secara sosial.
Ketika seseorang tidak memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan orang lain, hal itu kerap tercermin melalui pola perilaku tertentu.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (17/1), terdapat tujuh perilaku yang sering muncul secara tidak sadar pada orang yang tidak memiliki teman dekat, menurut sudut pandang psikologi.
1. Terlihat Mandiri Berlebihan, Padahal Sulit Meminta Bantuan
Sekilas, mereka tampak sangat mandiri. Semua ingin dikerjakan sendiri, jarang mengeluh, dan hampir tidak pernah meminta tolong. Namun, menurut psikologi, sikap ini sering bukan karena kekuatan, melainkan mekanisme perlindungan diri.
Orang yang tidak memiliki teman dekat cenderung belajar bahwa mengandalkan orang lain berisiko mengecewakan. Akhirnya, mereka membangun keyakinan bahwa “lebih aman jika semuanya dilakukan sendiri”, meskipun sebenarnya mereka juga lelah dan butuh dukungan emosional.
2. Lebih Banyak Mendengar daripada Berbagi Cerita Pribadi
Mereka dikenal sebagai pendengar yang baik. Dalam obrolan, mereka jarang menjadi pusat cerita dan lebih sering mengajukan pertanyaan tentang orang lain. Di satu sisi, ini adalah kualitas yang positif. Namun di sisi lain, ini bisa menjadi cara untuk menghindari membuka diri.
Psikologi menyebut ini sebagai emotional guarding—kebiasaan menahan informasi pribadi agar tidak terlalu rentan. Tanpa teman dekat, mereka tidak terbiasa merasa aman untuk menceritakan isi hati sendiri.
3. Merasa Canggung dalam Hubungan yang Mulai Terlalu Dekat
Ketika seseorang mulai menunjukkan perhatian lebih, ingin sering berkomunikasi, atau mencoba membangun kedekatan emosional, mereka justru merasa tidak nyaman. Bukannya senang, mereka bisa menarik diri secara halus.
Hal ini sering berkaitan dengan attachment style yang cenderung menghindar (avoidant attachment). Bukan karena tidak ingin dekat, tetapi karena tidak tahu bagaimana caranya menjaga kedekatan tanpa merasa kehilangan kendali atas diri sendiri.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
