
seseorang yang tidak memiliki teman dekat
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, penting bagi seseorang untuk memiliki jaringan sosial yang sehat, terutama teman dekat yang bisa diandalkan dalam berbagai kondisi.
Namun, tak semua orang memiliki kemewahan ini.
Di antara generasi baby boomer—mereka yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964—tidak sedikit yang menghadapi realitas hidup tanpa kehadiran teman dekat yang bisa diandalkan.
Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan: pindah tempat tinggal, kehilangan pasangan, konflik keluarga, hingga perubahan gaya hidup setelah pensiun.
Menurut psikologi, kesepian sosial yang tersembunyi ini sering kali memengaruhi perilaku mereka secara tidak disadari.
Dilansir dari Geediting, terdapat 8 perilaku yang sering ditunjukkan oleh generasi baby boomer yang tidak memiliki teman dekat yang bisa diandalkan, menurut para ahli psikologi:
1. Cenderung Terlalu Banyak Berbicara atau Justru Sangat Pendiam
Orang yang kesepian secara sosial sering menunjukkan dua ekstrem: mereka bisa sangat banyak bicara saat akhirnya berinteraksi, seolah ingin menumpahkan semua perasaan yang selama ini terpendam.
Sebaliknya, ada pula yang menjadi sangat pendiam karena merasa tidak memiliki siapa pun yang benar-benar peduli.
Kedua perilaku ini menunjukkan rasa hampa dalam kehidupan sosial mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022