Pavlova, dessert berbahan dasar meringue dengan krim dan buah segar yang menjadi ikon kuliner Australia dan Selandia Baru (Dok. Encyclopaedia Britannica)
JawaPos.com - Pavlova telah lama dikenal sebagai salah satu hidangan penutup paling populer di kawasan Australasia. Dessert berbahan dasar meringue ini memiliki karakter unik: bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan ringan.
Pavlova biasanya disajikan dengan krim kocok serta buah-buahan segar, menjadikannya pilihan favorit dalam berbagai perayaan, khususnya saat musim panas dan perayaan Natal. Encyclopaedia Britannica mencatat bahwa sajian ini identik dengan suasana santai khas akhir tahun di Australia dan Selandia Baru.
Nama pavlova sendiri diambil dari Anna Pavlova, seorang penari balet asal Rusia yang melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada dekade 1920-an. Pada masa itu, ketenarannya menginspirasi sejumlah hidangan yang dinamai untuk menghormatinya. Pavlova kemudian dikenal sebagai simbol keanggunan, sejalan dengan citra sang balerina yang lembut dan memikat.
Namun, di balik kepopulerannya, pavlova menyimpan perdebatan panjang mengenai asal-usulnya. Laporan ABC News Australia pada Juni 2024 mengungkap bahwa Australia dan Selandia Baru sama-sama mengklaim sebagai negara pertama yang menciptakan dessert ini. Para sejarawan kuliner menelusuri berbagai resep lama dan menemukan bahwa pavlova kemungkinan berkembang dari hidangan meringue Eropa, sebelum diadaptasi dengan bahan dan selera lokal di kawasan Pasifik Selatan.
Penelusuran sejarah juga menunjukkan bahwa versi pavlova yang paling mendekati bentuk modern mulai dikenal luas pada pertengahan 1930-an. Sejak saat itu, pavlova terus mengalami variasi dan akhirnya mengakar kuat sebagai bagian dari tradisi kuliner di kedua negara. Hidangan ini hampir selalu hadir dalam perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru, menandai momen kebersamaan keluarga dan komunitas.
Terlepas dari perdebatan mengenai siapa pencipta pertamanya, pavlova kini telah melampaui sekadar persoalan asal-usul. Dessert ini menjadi simbol budaya bersama yang merepresentasikan musim panas, perayaan, dan identitas kuliner Australia serta Selandia Baru.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
