Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 November 2025 | 19.53 WIB

Menyusuri Seharian Kulineran di Kota Udang: Petualangan Mencicipi Jamblang, Empal Gentong, Hingga Tahu Gejrot Legendaris

Menyusuri Seharian Kulineran di Kota Udang: Petualangan Rumah Canda Melki Mencicipi Jamblang, Empal Gentong, Hingga Tahu Gejrot Legendaris (RUMAH CANDA MELKI) - Image

Menyusuri Seharian Kulineran di Kota Udang: Petualangan Rumah Canda Melki Mencicipi Jamblang, Empal Gentong, Hingga Tahu Gejrot Legendaris (RUMAH CANDA MELKI)

JawaPos.com - Kota yang dahulu dikenal sebagai Caruban—tempat bercampurnya berbagai budaya dan pendatang—kembali memancarkan pesonanya.

Cirebon, kota pesisir dengan sejarah panjang dan warisan kuliner yang begitu kuat, menjadi tujuan Melki dari kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI dalam perjalanan kuliner seharian penuh.

Dengan hanya sekitar dua setengah jam perjalanan kereta, Melki menginjakkan kaki di kota yang sering dijuluki “Kota Udang”, tempat di mana aneka hidangan khas lahir dari kekayaan laut, budaya pesisir, dan tradisi turun-temurun masyarakatnya.

Sejak detik pertama tiba, aroma nasi jamblang, gurihnya empal gentong, dan pedas manjanya tahu gejrot seolah-olah sudah menyambut dari kejauhan.

Melki mengajak penonton menikmati kuliner yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menggambarkan kehangatan warga Cirebon, kesederhanaan penyajiannya, serta keragaman cita rasa yang menjadi kekuatan kuliner Jawa Barat bagian utara ini.

Menurut kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI, perjalanan kali ini bukan sekadar makan, melainkan penjelajahan: memahami karakter kuliner Cirebon dari pasar, warung rumahan, hingga toko oleh-oleh yang menjadi langganan wisatawan sejak bertahun-tahun.

1. Nasi Jamblang Legendaris: Sarapan Khas dari Daun Jati

Perhentian pertama adalah kuliner yang tak bisa dilewatkan di Cirebon: nasi jamblang.

Melki memilih salah satu warung jamblang legendaris yang sudah berdiri sejak 1970-an, dikenal sebagai hidden gem karena lokasinya yang tidak mencolok dari luar.

Di dalam, deretan lauk langsung memenuhi pandangan, seperti balakutak (cumi hitam), telur rajungan, tempe, perkedel, kerang dara,
dan berbagai olahan rumahan lainnya.

Nasi jamblang dibungkus daun jati—alasan yang menjadi asal nama hidangan ini. Aromanya khas, lauknya berani, dan porsinya cenderung kecil sehingga membuat banyak orang tak cukup hanya satu piring.

Melki sendiri berkali-kali mengambil balakutak dan sambal favoritnya karena rasa gurih-pedasnya sulit ditolak.

Total belanja sarapannya sekitar Rp48.000, lengkap dengan teh pucuk sebagai pendamping wajib.

2. Empal Gentong: Gurihnya Kuah, Hangatnya Tradisi

Masuk ke ikon kuliner berikutnya, Melki berburu empal gentong, hidangan berkuah gurih yang biasanya dimasak menggunakan gentong tanah liat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore