
Ilustrasi membeli jajanan tradisional khas Surabaya di Pasar Kembang Surabaya. (pasarsurya.surabaya.go.id)
JawaPos.com— Saat ini, jajanan tradisional khas Surabaya sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Padahal jajanan tradisional yang sering dimakan saat kecil ini terbuat dari bahan-bahan sederhana, penuh sejarah hingga makna filosofisnya.
Selain itu, jajanan tradisional dibuat secara rumahan, sehingga rasanya lebih khas dengan harga yang terjangkau untuk sekedar dimakan sendiri, dimakan untuk keluarga maupun saat ada acara hajatan.
Berikut beberapa jajanan tradisional khas Surabaya yang bikin kangen masa kecil, tapi sudah mulai langka ditemukan di Surabaya:
1. Bongko Mentuk
Jajanan yang dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus ini sering muncul di penjual jajanan saat bulan Ramadhan. Bongko mentuk atau sering juga disebut bongko mento merupakan makanan khas daerah pesisir utara Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah.
Menurut akun Surabaya Historical, walaupun berasal dari Jawa Tengah, makanan yang populer pada abad 16 Masehi ini masuk ke wilayah Surabaya karena strategisnya wilayah Surabaya sebagai daerah pesisir utara Jawa saat itu.
Bongko mentuk sendiri adonannya terbuat dari tepung beras dan santan. Di dalam adonan putihnya terdapat isian sayur seperti wortel dan kentang dengan potongan daging ayam yang gurih.
2. Iwel-Iwel
Paduan rasa gurih dan manis yang berasal dari parutan kelapa dan gula merah akan kamu rasakan saat makan iwel-iwel. Makanan yang dibungkus daun pisang ini menurut laman Rosebrand ini erat kaitannya dengan budaya Jawa, terutama masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Jajanan pasar yang terbuat dari campuran tepung beras dan ketan ini umumnya ditemukan saat ada acara pengajian usia kehamilan tujuh bulanan hingga syukuran atas kelahiran bayi. Ada makna filosofis mengapa iwel-iwel identik dengan bayi.
Iwel-iwel berasal dari kata Jawa yakni kamiwel yang artinya gemas atau lucu, harapannya anak yang lahir nantinya akan gemas dan lucu. Selain mengandung makna filosofi dari segi tekstur kue. Dari segi bentuk, iwel-iwel berbentuk segi lima yang melambangkan simbol akulturasi tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam.
Walaupun identik dengan tradisi kehamilan dan kelahiran bayi, iwel-iwel bisa bisa ditemukan di pasar atau toko yang menjual jajanan pasar, meski tidak semua pasar atau toko menjualnya.
3. Kue Talam Abon
Kue talam umumnya berwarna hijau atau cokelat dengan paduan warna putih. Namun, di Surabaya, kue talam identik dengan warna putih tanpa ada tambahan bahan pewarna lain dengan abon sebagai topping.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022