
Ilustrasi soto Betawi legendaris di jakarta (Freepik)
JawaPos.com - Jakarta bukan hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, tetapi juga sebagai surga kuliner yang menawarkan cita rasa khas Nusantara. Salah satu kuliner yang paling ikonik dan digemari hingga kini adalah Soto Betawi.
Hidangan ini terkenal dengan kuah gurih dari santan atau susu serta potongan daging sapi dan jeroan yang lembut.
Perpaduan cita rasa rempah, gurih, dan aroma khasnya membuat soto Betawi menjadi menu wajib bagi pecinta kuliner tradisional.
Dilansir dari laman 10BestID, Minggu (26/10), berikut adalah 10 soto Betawi legendaris di Jakarta yang wajib kamu coba. Setiap tempat memiliki sejarah dan ciri khas tersendiri yang menjadikannya tetap eksis hingga kini.
Sudah berdiri lebih dari 20 tahun di kawasan Mangga Dua, Soto Betawi Pinangsia menawarkan pilihan daging sapi, ayam, kikil, babat, atau paru. Kuahnya gurih berpadu sempurna antara santan dan susu, memberikan rasa lembut tanpa terlalu asin. Seporsi soto di sini dibanderol sekitar Rp32.000 dan menjadi favorit para penikmat kuliner klasik.
Terletak di kawasan Glodok, Soto Betawi Nyonya Afung sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Tempatnya bersih dan nyaman, dengan pilihan soto kuah santan maupun bening. Uniknya, mereka juga menyediakan menu soto dengan beef steak dan saikoro, dengan harga mulai Rp29.000 hingga Rp115.000.
Salah satu yang tertua di Jakarta, Soto Betawi Haji Maruf berdiri sejak 1940-an di kawasan Cikini. Cita rasanya begitu autentik dengan perpaduan santan, susu, dan rempah yang kaya. Soto disajikan tanpa sayuran, hanya daging dan jeroan empuk dengan harga sekitar Rp45.000 per porsi.
Kedai yang sudah berdiri sejak 1952 ini berlokasi di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Keunikannya terletak pada kuah tanpa susu—hanya menggunakan santan dan bumbu giling yang dimasak dengan kayu bakar. Aroma smokey yang khas menjadikan rasanya semakin nikmat. Harga seporsi sekitar Rp45.000.
Berlokasi di Kebayoran Lama, tempat ini berdiri sejak tahun 1972 dan tetap mempertahankan konsep warung sederhana. Kuahnya kental, sedikit merah, dan tanpa susu. Potongan dagingnya melimpah dengan tambahan paru, babat, dan kikil. Seporsinya dibanderol sekitar Rp75.000.
Sudah ada sejak 1975 di kawasan Kembangan, soto di sini unik karena menggunakan susu tanpa santan, menghasilkan kuah yang lebih creamy dan gurih. Semua jeroannya dimasak sempurna tanpa bau amis. Harga seporsinya sekitar Rp33.000.
Didirikan tahun 1988, tempat ini selalu ramai pembeli. Kuahnya berwarna kuning cerah hasil perpaduan santan dan rempah khas Betawi. Menu andalannya adalah soto daging dan soto campur dengan jeroan babat serta paru. Harga seporsinya sekitar Rp32.000.
Terletak di kawasan Pasar Tebet, kedai ini sudah berdiri sejak 1980-an. Dagingnya beragam mulai dari sapi hingga ayam suwir. Kuahnya lembut, gurih, dan cocok dinikmati kapan pun. Dengan harga hanya Rp23.000, soto ini menjadi salah satu pilihan ekonomis namun lezat.
Berlokasi di Pasar Baru sejak 1988, Soto Betawi Bang Mamat menawarkan banyak pilihan seperti soto kaki, soto babat, soto paru, hingga soto ayam. Semua bahan dimasak dengan resep keluarga turun-temurun. Seporsinya dijual sekitar Rp30.000.
Berdiri sejak 1974 di kawasan Pasar Senen, warung ini terkenal dengan kuah santan putihnya yang gurih dan beraroma rempah wangi. Soto Betawi Senen Jaya menjadi favorit banyak orang karena cita rasanya yang autentik dan tak berubah sejak puluhan tahun lalu.
