
Lasagna, hidangan klasik Italia yang berasal dari Emilia-Romagna, memiliki beragam variasi resep di berbagai wilayah Italia. (La Cucina Italiana)
JawaPos.com - Lasagna, salah satu ikon kuliner Italia, bukan hanya hidangan lezat tetapi juga simbol budaya yang melintasi zaman.
Dilansir dari La Cucina Italiana, istilah lasagna diyakini berasal dari kata Latin "lasanum" yang berarti wadah masak atau dari bahasa Yunani "laganon" yaitu roti pipih kuno yang menyerupai lembaran pasta.
Bukti visual bahkan ditemukan dalam fresko Etruska abad ke-4 SM yang menggambarkan teknik memasak serupa, menjadikan lasagna sebagai salah satu hidangan paling tua dalam tradisi Mediterania.
Catatan kuliner Romawi kuno juga memperkuat akar sejarah lasagna. Dalam naskah De Re Coquinaria, disebutkan hidangan “lagana” berupa adonan tipis berlapis daging.
Lebih lanjut, menurut laporan La Cucina Italiana, pada abad pertengahan muncul naskah Liber de Coquina yang menjelaskan cara merebus lembaran adonan tipis lalu menaburkannya dengan keju dan rempah, memberikan gambaran awal dari struktur lasagna yang kita kenal sekarang.
Seiring waktu, hidangan ini berkembang menjadi bentuk casserole panggang yang khas. Dilansir dari Britannica, lasagna modern terdiri dari lapisan pasta yang direbus al dente, kemudian disusun bersama saus tomat, daging, keju, atau béchamel.
Minimal tiga lapisan dibutuhkan untuk menciptakan tekstur dan cita rasa yang seimbang, sehingga lasagna tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga simbol teknik kuliner Italia.
Lasagna kemudian mengalami kodifikasi formal di Bologna. Accademia Italiana della Cucina menetapkan lasagna alla Bolognese sebagai versi klasik yang terdiri atas pasta telur hijau (dari bayam), ragù, dan saus béchamel. Meski demikian, resep ini hanyalah salah satu dari banyak variasi regional yang tersebar di seluruh Italia.
Setiap wilayah di Italia memiliki identitas sendiri dalam mengolah lasagna. Dilansir dari La Cucina Italiana, di selatan Italia, lasagna umumnya dibuat dengan pasta kering, ragù kaya daging, ricotta, dan mozzarella sehingga menghasilkan rasa gurih yang lebih pekat.
Sementara di Emilia-Romagna, lasagna hijau khas Bologna justru lebih lembut dengan kombinasi bayam, ragù, dan béchamel yang halus.
Keunikan juga muncul dalam varian lokal yang tidak kalah menarik. Di Molise, terdapat Lasagne al brodo yang disajikan dengan kaldu, bola daging, ayam suwir, mozzarella, dan Parmesan.
Sementara di Marche, Vincisgrassi hadir tanpa saus tomat, melainkan menggunakan daging ayam organ, jamur, dan béchamel.
Bahkan di Sardinia, Pane Frattau menggunakan roti tipis khas lokal sebagai pengganti pasta, menunjukkan betapa fleksibelnya konsep lasagna dalam beradaptasi.
Lasagna juga memiliki peran penting dalam perayaan khusus. Dilansir dari La Cucina Italiana, di Napoli terdapat Lasagna di Carnevale yang disajikan saat karnaval, lengkap dengan ragù, bola daging kecil, salami, ricotta, mozzarella, dan telur rebus.
Di Friuli, ada Lasagne da Fornel untuk perayaan Natal yang unik karena menggunakan buah kering, apel, dan biji poppy. Sementara di Sisilia, lasagna khas Enna bahkan menggunakan cokelat dalam ragù daging babi, dikenal dengan nama Sciabbó.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
