
Kopi, minuman dengan kandungan kafein yang memiliki jejak sejarah panjang. (Bitka Origin Coffee Roastery)
JawaPos.com - Dari espresso, cappuccino, mocha, hingga latte, kopi berkembang menjadi bagian penting dalam budaya dan gaya hidup masyarakat global. Kopi juga termasuk salah satu komoditas internasional paling menguntungkan.
Dikutip dari Britannica, minuman hasil seduhan biji tanaman tropis asal Afrika ini, kini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia selain air dan teh. Popularitasnya tidak lepas dari efek menyegarkan yang ditimbulkan oleh kafein.
Menurut Healthline, kafein merupakan stimulan alami yang paling umum ditemukan pada tanaman teh, kopi, dan kakao. Cara kerjanya adalah dengan merangsang otak dan susunan saraf pusat, membantu agar tetap waspada dan mencegah timbulnya rasa lelah.
Dengan kata lain, kopi bukan sekadar minuman, melainkan memiliki fungsi untuk menjaga tubuh tetap bertenaga dan pikiran tetap fokus. Tak heran jika sejak ratusan tahun lalu, kopi selalu melekat dengan aktivitas sosial dan kebiasaan sehari-hari. Dari rumah, hingga kedai kopi, biji kecil ini berhasil menjelma menjadi medium pertemuan, diskusi, bahkan lahirnya ide-ide besar.
Berikut jejak sejarah panjang kopi hingga bisa mendunia, sebagaimana dikutip dari AboutCoffee.org.
Awal Mula: Legenda Kaldi di Abad ke-9
Sejarah kopi bermula pada abad ke-9 di dataran tinggi Ethiopia. Menurut legenda, seorang penggembala kambing bernama Kaldi menemukan manfaat biji kopi setelah melihat kambing-kambingnya tetap bersemangat dan tidak bisa tidur usai memakan buah dari pohon tertentu. Temuan ini kemudian ia laporkan kepada seorang biarawan yang kerap kesulitan tetap terjaga saat doa malam.
Biarawan tersebut menyeduh minuman dari tumbuhan kopi itu dan merasakan manfaatnya. Pengetahuan ini lalu menyebar di kalangan biarawan lain di biara, dan secara perlahan berita tentang “buah energi” itu menyebar ke wilayah timur.
Abad ke 15-16: Tumbuhnya Budaya Kopi di Jazirah Arab
Budaya minum kopi mulai terbentuk di Jazirah Arab pada abad ke 15. Di Yaman, kopi mulai dibudidayakan dan diperdagangkan. Seabad kemudian, popularitasnya meluas hingga ke Mesir, Iran, Suriah, dan Turki.
Saat itu, kopi bisa diminum di rumah, tetapi kafe publik atau qahveh khaneh juga mulai bermunculan. Tempat-tempat ini bukan hanya sekadar kedai minum, tetapi juga pusat sosial tempat masyarakat berkumpul untuk berdiskusi, mendengar musik, menonton pertunjukan, hingga bermain catur. Karena menjadi pusat pertukaran informasi, kafe kopi ini dijuluki “Sekolah Kebijaksanaan”.
Jazirah Arab juga menjadi magnet bagi ribuan peziarah ke Mekah setiap tahun. Mereka kemudian membawa pengetahuan tentang kopi dan kafe ke berbagai penjuru dunia.
Abad ke-17: Kopi Merebut Hati Eropa
Memasuki abad ke-17, kopi mulai dikenal di Eropa. Namun, penerimaannya tidak selalu mulus. Ada yang menilai kopi sebagai “inovasi pahit dari setan”. Bahkan ketika kopi masuk ke Venesia pada 1615, pendeta setempat menolak kehadirannya.
Polemik ini akhirnya sampai ke Paus Klemens VIII. Setelah mencobanya sendiri, sang Paus justru menyetujui konsumsi kopi karena rasanya yang memuaskan. Tak lama kemudian, kedai kopi menjamur di kota-kota besar Eropa seperti Inggris, Austria, Prancis, Jerman, dan Belanda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022