Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 02.36 WIB

Resep Kue Nagasari ala Chef Rudy Choirudin, Kudapan Tradisional yang Harum dan Bikin Nagih

Kue Nagasari. (YouTube Galeri Rasa Channel) - Image

Kue Nagasari. (YouTube Galeri Rasa Channel)

JawaPos.com – Pernahkah kamu merasakan nikmatnya kue nagasari yang masih hangat, lembut saat digigit, dengan manisnya pisang yang berpadu harmonis bersama gurihnya adonan tepung beras dan santan? Nagasari adalah salah satu kue basah tradisional Indonesia yang hingga kini tetap populer di berbagai daerah. Bukan hanya soal rasa, nagasari juga menyimpan nilai budaya dan sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Menurut Indonesian Chef Association, nagasari dikenal sebagai kue tradisional Jawa yang biasa hadir di acara-acara penting seperti kenduri, hajatan, hingga upacara pernikahan. Kue ini tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. 

Nama “nagasari” sendiri dipercaya berasal dari dua kata, yakni “naga” yang melambangkan kekuatan dan “sari” yang berarti inti atau isi. Filosofi ini merepresentasikan bahwa nagasari adalah kue sederhana dengan isi yang menjadi inti kenikmatannya, yakni pisang.

Sementara itu, penelitian yang termuat dalam Journal of Ethnic Foods menjelaskan bahwa kue tradisional seperti nagasari merupakan bagian dari identitas kuliner Indonesia yang sangat kaya. Penelitian itu menekankan bahwa kuliner tradisional tidak hanya sekadar produk makanan, tetapi juga bentuk ekspresi budaya.

Nagasari dengan ciri khas adonan tepung beras, santan, dan gula, lalu dibungkus daun pisang sebelum dikukus, adalah salah satu contoh kuat bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan bahan lokal dan teknik memasak tradisional untuk menghasilkan makanan yang penuh makna.

Ciri khas nagasari terletak pada aromanya yang harum karena dikukus dalam balutan daun pisang. Saat kue ini matang, wangi daun bercampur dengan santan dan pisang, menghasilkan aroma yang khas dan menenangkan. Penggunaan pembungkus daun pisang dalam kuliner Nusantara bukan hanya soal fungsi, tetapi juga bagian dari nilai estetika, tradisi, dan identitas kuliner yang terus dilestarikan.

Kini, meskipun modernisasi menghadirkan berbagai inovasi kuliner, nagasari tetap bertahan sebagai salah satu jajanan pasar paling dicari. Di banyak tempat, nagasari hadir dengan variasi baru, misalnya diberi warna hijau dari pandan, atau biru dari bunga telang. Namun, esensi nagasari tetap sama, yakni adonan lembut dengan isi pisang manis yang memanjakan lidah.

Bagi kamu yang ingin mencoba membuatnya di rumah, berikut adalah resep praktis ala Chef Rudy Choirudin, yang tetap menjaga cita rasa tradisional nagasari, sebagaimana dilansir dari YouTube Galeri Rasa Channel.

Bahan 1:

  • 225 g tepung beras
  • 75 g tepung tapioka
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt vanili
  • 125 g gula pasir

Bahan 2 (aduk rata):

  • 900 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 sachet susu kental manis

Bahan 3:

  • 2 lembar daun pandan, potong 3 cm
  • 2 buah pisang tanduk, belah dua, potong 5 cm
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Baca Juga: Resep Ayam Bumbu Rujak Rendah Kalori ala Elaine Hanafi, Enak Mau Paha atau Dada

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan 1 hingga rata dalam panci.
  2. Masukkan bahan 2, aduk sampai benar-benar larut.
  3. Masak adonan hingga halus dan agak padat.
  4. Ambil daun pisang, taruh 3 sdm adonan, lalu pipihkan.
  5. Letakkan potongan pisang di atasnya, kemudian tutup kembali dengan adonan.
  6. Tambahkan potongan pandan di atasnya, lalu bungkus sesuai bentuk nagasari.
  7. Kukus selama 25 menit dengan api sedang-besar.
  8. Angkat dan dinginkan sebelum disajikan.

Membuat nagasari di rumah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Meski terlihat tradisional dengan banyak langkah, resep ini cukup praktis diikuti. Selain itu, memasak nagasari di rumah memberi kepuasan tersendiri, kita tidak hanya menikmati hasil akhirnya, tetapi juga ikut menjaga warisan kuliner yang sudah ada sejak lama.

Kehadiran nagasari membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia tetap relevan di tengah derasnya modernisasi terlebih dalam promosi budaya. Dengan terus membuat dan menyajikan nagasari, kita ikut menjaga salah satu potongan penting identitas kuliner Nusantara. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore