
Ilustrasi kebijakan Donald Trump berimbas pada naiknya harga aset kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyalurkan sebagian pendapatan tarif impor ke rakyat AS memicu spekulasi baru di pasar keuangan global. Analis menilai kebijakan itu bisa menciptakan gelombang likuiditas baru yang mendorong reli harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Dalam wawancara dengan One America News Network, Trump mengatakan bahwa dari total pendapatan tarif yang ditaksir mencapai lebih dari USD 1 triliun per tahun, sebagian akan dialokasikan untuk membayar utang negara, sementara sisanya bisa dibagikan langsung kepada masyarakat.
“Kami berpikir untuk memberikan sekitar USD 1.000 hingga USD 2.000 kepada setiap warga. Itu akan luar biasa,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Meski belum menjadi kebijakan resmi, analis dari Bitfinex memperkirakan bahwa sekadar pengumuman itu saja sudah cukup untuk memperkuat sentimen positif di pasar kripto. Dalam pernyataannya kepada Forbes, mereka menyebut langkah tersebut bisa memicu reli seperti yang terjadi setelah stimulus COVID-19 pada 2020.
“Kami menduga bahwa pengumuman Trump soal kemungkinan pembagian cek stimulus kepada warga, yang dibiayai dari tarif impor, dapat berkontribusi pada kenaikan harga Bitcoin,” tulis analis Bitfinex.
Peneliti Federal Reserve Bank of Cleveland, Peter Zimmerman, sebelumnya memperkirakan bahwa stimulus COVID hanya meningkatkan volume perdagangan Bitcoin sekitar 3,8 persen dan harga sebesar 0,07 persen. Namun, kali ini efeknya bisa jauh lebih besar.
Pasalnya, ekosistem Bitcoin kini jauh lebih matang dengan hadirnya produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF, yang memudahkan investor institusional maupun ritel untuk berpartisipasi.
Dengan kapitalisasi pasar kripto yang mencapai rekor baru, suntikan dana segar ke ekonomi AS berpotensi mempercepat aliran modal ke aset digital.
Saat ini, Bitcoin masih bertahan di atas level USD 126.000 (sekitar Rp 2,09 miliar) setelah menembus rekor tertingginya pekan lalu. Reli ini terjadi meskipun pemerintah AS tengah mengalami shutdown, memperkuat persepsi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian fiskal dan politik.
Analis memperkirakan bahwa jika stimulus benar-benar terealisasi, efeknya bisa lebih besar dibanding era pandemi. Dengan institusi besar kini aktif berinvestasi di kripto, kenaikan likuiditas dari stimulus bisa memicu bull run berbasis likuiditas, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Rencana “Trump Stimulus” ini menambah dinamika baru di pasar kripto yang sudah panas. Bagi investor, kebijakan tersebut bisa menjadi katalis penting yang memperpanjang reli Bitcoin hingga akhir tahun.
Namun, jika stimulus gagal terealisasi, pasar bisa kembali menghadapi volatilitas tinggi seiring menurunnya ekspektasi likuiditas baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022